WEDA – Selain menekan disparitas harga antara daerah, Program Tol Laut juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, dengan cara mengoptimalkan muatan balik kapal, sehingga produk asli daerah setempat dapat dipasarkan ke luar pulau.
Seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Tengah (Halteng). Keberadaan tol lalu membuat masyarakat Halteng sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya berupa makanan, material bahan bagunan dengan harga yang terjangkau.
Agent Kapal Tol Laut Pelni Weda, PT. Laura Global Maritim, dan PBM PT. Artha Jaya Pasifik bersama TKBM Monpower dan TKBM Kuloyefu telah menyelesaikan kegiatan bongkar muat sebanyak 153 kontainer yang terdiri dari bongkar sebanyak 87 kontener dan muat sebanyak 66 kontener.
Direktur PBM PT. Artha Jaya Pasifik, Rofifa Mahiri menyampaikan, dari pemuatan awal program tol laut sebanyak 4 kontener, pemuatan kedua sebanyak 47 kontener. “Dan alhamdulillah pada pemuatan ketiga kali ini meningkat sebanyak 66 kontener dan proses pembongkaran sebanyak 87 kontener,” lanjutnya.
Menurutnya, tol laut hadir di Halteng untuk mengubah serta menjadikan Kabupaten Halteng sebagai kota industri. “Meskipun during time masih jauh dari harapan, tetapi semuanya berjalan dengan lancar,” ujar Rofifa.
Ia mengaku, pekerjaan bongkar muat di pelabuhan laut Teluk Weda masih belum berjalan baik, karena para tenaga kerja bongkar muat (TKBM) belum bekerja maksimal. “Sehingga masih banyak tenaga kerja liar yang masuk dari luar. Selain itu, area pelabuhan juga sering dipakai sebagai pasar orang berjualan,” akunya.
Oleh kerena itu, di kawasan pelabuhan diminta untuk ditata dengan pengawasan yang intens melibatkan pihak terkait sesuai dengan fungsinya masing-masing. Agar kedepannya semua petugas dan para TKBM yang masuk dan bekerja di dalamnya, wajib menggunakan seragam dan ID Card. “Ini dilakukan agar tidak ada pihak lain yang masuk sesuka hati,” pintahnya. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

