1.673 Pelanggan PLN Dapat Keringanan Bayar Tunggakan

Mubin A Wahid
Mubin A Wahid

TERNATE – Sebanyak 1.673 pelanggan PT PLN, belum menyelesaikan tunggakan pembayaran tagihan listrik bulan Juni, setelah lonjakan tagihan listrik Mei, sehingga di Juni itu diberikan keringanan oleh PLN dalam pembayarannya.

Hal ini sebagai solusi untuk meringankan beban warga yang mengalami kenaikan tagihan listrik. “Misalkan bulan Juni diberikan membayar tarif listrik sebesar 40 persen, jadi lonjakan sebesar Rp200 ribu, dibayar 20 persen dari Rp.200 ribu, kemudian bulan Juli bayar 20 persen sampai tiga bulan kedepan untuk 1.673 pelanggan menyelesaikan tunggakan tersebut,” jelas Ketua Komisi II DPRD Ternate Mubin A. Wahid, Selasa (16/6) usai rapat konsultasi dengan Kepala Unit Pelaksana Pelanggan (UP3) PT PLN Ternate terkait dengan keluhan warga bertempat di kantor PLN.

Menurut Mubin, pihak PLN sudah menjelaskan secara detail terkait permasalahan yang terjadi saat ini, Januari hingga Maret 2020, pembayaran listrik dilakukan secara normal, dilakukan pencatatan sesuai dengan jumlah pemakaian.

Untuk April dan Mei, karena ada kebijakan dari pemerintah pusat tentang social distancing. Hal ini kemudian PLN melakukan penyesuaian, sehingga tidak ada petugas diturunkan untuk turun pengecekan meteran di rumah pelanggan.

“Untuk cara pembayarannya dilakukan jumlah rata-rata antara Januari sampai Maret, dari tiga bulan yang dibahas secara riil diambil rata-rata untuk pembayaran bulan April sampai Mei. Sementara itu, orang yang beraktivitas di rumah saja memerlukan pemakaian listrik yang cukup tinggi dari biasanya,” jelasnya. 

“April bayar Rp.50 ribu, padahal secara riil harus dibayar Rp100 ribu, kemudian di Mei juga demikian, lonjakannya sekitar Rp150 ribu, sehingga pada saat bulan Juni, mereka melakukan pengecekan riil dan akumulasi pembayaran di dua bulan sebelumnya terjadi lonjakan. Jadi rata-rata yang akan dibayar Rp100 ribu melonjak jadi Rp.300 sampai Rp.450 ribu,” jelasnya.

Dia menambahkan, tidak ada kebijakan pemerintah untuk menaikan tarif dasar listrik, itu karena pemakaian dan pembayaran yang dirata-ratakan di tiga bulan sebelumnya Januari sampai Maret. “Tidak semua mengalami kenaikan, ada juga yang mengalami penurunan, jadi hampir balance,” ujarnya.

Meski begitu kata dia, untuk pelanggan listrik di Kota Ternate jumlahnya 54.442 pelanggan, diantaranya pelanggan tersebut ada pascabayar dan prabayar. Pasca bayar jumlahnya 24.433 pelanggan dan prabayar 30.009 pelanggan. 

Bahkan pelanggan yang mengalami lonjakan kenaikan itu 6.732 pelanggan, yang menjadi masalah kemarin. “Jadi pembayaran mengalami lonjakan itu 6.732 pelanggan, sementara yang mengalami penurunan itu 5.326 pelanggan. Jadi ada yang membayar tinggi dan rendah, yang komplain dari 6.732 ada 192 pelanggan ke PLN, baik lewat media sosial dan datang sendiri. Diantara 6.732 pelanggan yang sudah menyelesaikan itu 5.059 pelanggan, mereka datang dan PLN menjelaskan sehingga mereka menyelesaikan pembayaran,” tutupnya. (cim)

Berita Terkait