Tolak Gedung GOR Jadi Tempat Penanganan Pasien Covid-19

Masyarakat yang menolak GOR dijadikan lokasi penanganan pasien Covid-19

TOBELO – Setelah mendapat penolakan penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Bergerak (RSB) Kao, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Kamis (02/07) puluhan masyarakat desa MKCM kecamatan Tobelo memblokir jalan masuk menuju gedung Gelanggang Olah Raga (GOR). Pemblokiran tersebut dilakukan sekitar Pkl 09.00 Wit dengan isi tuntutan penolakan GOR yang berada di desa tersebut sebagai tempat alternatif penanganan pasien covid-19.

Aksi yang dilakukan mendapat respon dari pihak Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Halut dengan melakukan dialog bersama masyarakat yang dilakukan Asisten III Pemkab Halut Judihard Noya yang dilaksanakan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halut.

Dalam pertemuan tersebut, banyak aspirasi yang dilontarkan masyarakat kepada Satgas Covid-19 Halut terkait dengan protokol penanganan kepada pasien dan keamanan, sehingga pasien tidak membahayakan masyarakat. Selain itu, gedung GOR yang dijadikan tempat penanganan pasien Covid-19 harusnya disosialisasikan kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat memahami apalagi berdekatan dengan pemukiman masyarakat desa MKCM.

Kepala Desa setempat Frangky Kialian menyebutkan, pertemuan bersama Tim Satgas dan masyarakat telah disepakati bahwa perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. “Sudah ada kesepakatan dan selanjutnya akan ada sosialisasi terkait dengan penggunaan gedung GOR yang akan dijadikan tempat karantina bagi pasien covid-19. Masyarakat mengkhwatirkan karena lokasi GOR sering dilewati masyarakat yang pergi ke kebun dan masyarakat yang sering menjadikan sekitar lokasi tersebut sebagai tempat olahraga,” jelasnya.

Selanjutnya, usai dilakukan pertemuan, jalan menuju gedung GOR yang diblokir kemudian kembali dibuka masyarakat dan aktivitas kembali normal. (fer)

Berita Terkait