Program Hendrata-Zulfahri di Bidang Perikanan Gagal

Hendrata-Julfahri

SANANA –  Salah satu program paling penting pada visi-misi Hendrata Thes-Zulfahri A. Duwila di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) adalah industri perikanan. Namun program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan itu ternyata gagal total.

Bagaimana tidak, sampai saat ini alat tangkap yang digunakan kelompok nelayan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) masih mengandalkan alat tradisional. Padahal Kepsul merupakan terminal lumbung ikan nasional.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepsul, Adam A. Umasugi mengatakan, yang menjadi kendala bagi perkembangan industri perikanan, yakni alat tangkap.

“Kita punya alat tangkap dalam bentuk massal itu belum terlalu banyak. Kita masih kelola hasil tangkapan secara tradisional. Sementara untuk melihat potensi kita, kita membutuhkan alat tangkap massal. Kita butuh alat tangkap massal seperti jaring di atas 10 GT,” katanya, Sabtu (8/8).

Selain alat tangkap, katanya, kendala lainnya yakni moda transportasi untuk distribusi hasil tangkapan ke pasar.” Kita punya kapal, Cold Storage (alat pendingin), pabrik es. Yang menjadi persoalan adalah kita tak punya daya jangkau sistem pasar atau distribusi. Kita punya potensi. Tapi sarana transportasi yang tak ada,”  ungkap Adam.

Adam menyebutkan, hanya ada 5 armada tangkap milik masyarakat dengan volume di bawah 10 Grous Ton (GT). Praktis, sangat berpengaruh terhadap hasil tangkap. “ Ini tentunya sangat berpengaruh terhadap hasil tangkap. Karena terkendala tranportasi, maka hasil tangkap masih dijual sepuratan wilayah Sula alias masih level lokal,” pungkasnya.(nai)

Berita Terkait