Tak Nikmati Air Bersih, Warga Tongole Belum Merdeka

Air permukaan (ilustrasi)

TERNATEWarga Kelurahan Tongole.  Kecamatan Ternate Tengah, selama 5 tahun tak pernah menikmati air bersih. Buktinya, selama ini warga Tongole selalu membeli air dari mobil tangki dalam seminggu sekali dengan harga 75.000.

Walaupun pipa air yang sudah dibangun oleh PDAM Kota Ternate sekitar 3 tahun lebih, namun belum ada air bersih dirasakan oleh warga setempat. Padahal Jaringan perpipaan yang melintas dan melintang menghiasi seluruh Kelurahan Tongole, bahkan sudah sampai masuk di halaman rumah warga berupa meteran air,

Taib Ibrahim (60) Tokoh Masyarakat menyampaikan, sudah kurang lebih 5 tahun air bersih di Kelurahan Tongole tidak Jalan. walaupun air bersih tidak jalan, tetapi masyarakat tetap membayar beban setiap bulannya. sebesar Rp 30.000 selama 3 tahun lebih.” saat ini masyarakat sudah tidak mau bayar lagi tagihan air tersebut. Kalau misalnya mau dipasang ulang, maka proses pembayarannya kami akan cicil,” ungkapnya, Selasa (18/08), saat ditemui di rumahnya

Dia menambahkan, warga mengkonsumsi air bersih dengan membeli air di mobil tangki Rp 75.00 per tangki dalam waktu 1 minggu sekali. Selain itu, warga juga mengkonsumsi air tadah hujan yang ada di bak penampung di rumah. Air hujan ini di tampung setiap tahun pada musim hujan.

Tokoh masyarakat kelurahan Tongole ini menambahkan, kalau dikaitkan dengan dirgahayu kemerdekaan RI ke 75 tahun, selama masyarakat belum menikmati air bersih maka kemerdekaan untuk masyarakat itu belum ada, khususnya masyarakat kelurahan Tongole, “kalau air Su bajalan baru masyarakat dikatakan merdeka,” tegasnya.

Dia berharap, pemerintah Kota Ternate secepatnya memasang air bersih, agar masyarakat kelurahan Tongole menikmati air bersih seperti kelurahan lainya, karena air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar di masyarakat.

“Pemkot cepat sudah pasang air bersih di Kelurahan Tongole, kasiang torang deng tahun-tahun tara menikmati air bersih,” harap Taib.

Sementara, Astati Andili Sekretaris Lurah Tongole mengatakan, Lurah sudah berkoordinasi dengan pihak PDAM dan PUPR terkait dengan air bersih yang menjadi problem di kelurahan Tongole.” Pihak kelurahan sudah sering berkoordinasi  dengan  PDAM maupun PUPR Kota Ternate, namun mereka belum ada keseriusan dalam menangani air bersih di Kelurahan Tongole. Air bersih yang tidak jalan di Kelurahan. Tongole mulai dari Rt 02 sampai Rt 06,” ujarnya.

Sedangkan Ketua LPM Kelurahan Tongole Hamdu A. Wahid menjelaskan, pada akhir bulan Desember ada empat kelurahan termasuk kelurahn Tongole yang dibentuk oleh PUPR kota Ternate untuk pengolahan air bersih.  Keempat kelompok ini diberikan bimbingan teknis yakni di Kelurahan Rua, Dorpedu dan ada beberapa Kelurahan Lainya. Namun herannya  air di beberapa Kelurahan tersebut sudah jalan, tapi untuk Kelurahan Tongole, sampai saat ini belum jalan

Hamdu mengatakan, dirinya dengan lurah Tongole menanyakan lagi ke ketua pengelolaan air, terkait dengan perkembangan air bersih tersebut. Ternyata, ketua pengelola air mengatakan sampai dengan hari ini mereka tidak beraktivitas karena tidak ada dasar hukum SK-nya. Sesudah itu, pihaknya  ke kantor camat untuk mengecek proses pembuatan SK pengelolaan air di Kelurahan Tongole, dan SK pengelolaan air bersih dari Camat Ternate Tengah sudah diberikan.

“Mungkin satu atau dua hari kedepannya untuk memanggil kelompok pengelolaan air untuk memulai aktifitas, menyangkut dengan air bersih di Kelurahan Tongole karena sudah ada SK-nya,” ungkapnya.

Terkait dengan pengelolaan air bersih kata Hamdu, tidak dimasukkan ke musrembang, kalau kemarin kelompok pengelolaan air ini sudah diberikan SK, berarti mereka sudah punya kewenangan untuk mengusulkan ke musrembang, karena tidak mempunyai SK, maka tidak ada dasar yang kuat untuk berbicara di musrembang.(cr-03)

Berita Terkait