DARUBA – Sejumlah pedagang ikan di Pasar Rakyat Gotalamo II, mengeluh barang dagangannya sering di curi orang tidak dikenal. “Tadi malam mereka pancuri ikan malalugis sampai setengah ember. Padahal kalau ikan malalugis satu ember hitam itu harga bisa sampai Rp 400 ribu,” kata Alu salah satu pedagang yang mengaku korban pencurian.
Kasus pencurian ini sudah terjadi berulang kali, dan sudah dilaporkan ke pengelolah pasar, tapi belum juga ditindak serius. “Kami sudah lapor ke kantor berkali-kali tapi mereka bilang sabar, karena sudah ada penjaga security. Tapi nyatanya ikan masih hilang terus bahkan mereka bilang itu hanya di rekayasa supaya uang insentif itu cepat cair,” kesal Alu.
Pedagang lainnya, Waode juga mengaku ikan dagangannya sudah pernah dicuri sebanyak lima kali. “Saya punya sudah 5 kali di curi ikan dasar, ikan cakalang dan ikan garam, terakhir tadi malam ikan malalugis. Saya rugi hampir jutaan. Sehingga itu, Pemda Pulau Morotai apa yang dijanjikan soal insentif secepatnya ditebus,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Pasar Rakyat Gotalamo II, Sakir Sandri saat ditemui mengatakan hilangnya barang dagangan di pasar akibat para pedagang yang kurang berhati-hati. “Kehilangan di siang hari karena memang pemiliknya tidak menjaga kiosnya dengan baik. Tapi ada juga hal-hal di malam hari kadang sesama pedagang yang ambil barangnya dibilang hilang, namun kalau penjagaan sampai jam 8 pagi, situasinya aman,” kata Sakir Sandri.
Ia menambahkan, kasus kehilangan dagangan bakal diperbaiki agar tidak lagi terjadi. Namun para pedagang juga tak perlu risau, karena ke depan akan ada penambahan fasilitas umum lainnya berupa jaringan internet.
“Kedepanya ada wifi kita akan berikan kesempatan kepada pedagang secara gratis, jadi pelayanan maksimal. Semoga ke depan juga tidak ada halangan proses proyek terminal dapat digunakan, sehingga seluruh kendaraan difokuskan di terminal,” tuntas Sakir. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

