BOBONG – SMA Negeri 1 dan SMK Bobong selama beberapa tahun belakangan ini menjadi langganan banjir. Dua sekolah favorit Kabupaten Pulau Taliabu itu hingga saat ini masih tergenangi air setinggi betis orang dewasa ketika terjadi curah hujan lebat.
Terbukti, hingga saat ini, lingkungan yang berada di Bobong ibukota kabupaten itu masih terus terendam ketika hujan maupun sesudahnya.
Amatan Fajar Malut, genangan air terjadi beberapa pekan, bahkan terjadi berbulan-bulan. halaman SMA dan SMK sebagian masih terdapat genangan air yang dipenuhi sampah, sementara sebagian lainnya telah kering.
Akibatnya, kegiatan belajar mengajar terganggu. “ketika musim hujan proses belajar mengajar terganggu akibat tergenangi air,” ungkap ujar Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Pulau Taliabu, Farik Ibrahim Farik Ibrahim Kamis (17/9/2020).
Menurut dia, sejak peralihan kewenangan pendidikan SMA/sederajat di provinsi yang sudah berlangsung beberapa tahun ini mestinya sudah berdampak terhadap efektivitas pendidikan, baik sumber daya manusia maupun infrastrukturnya.
Ia berharap, pemerintah provinsi yang memiliki kewenangan melihat masalah itu. Jika tidak, kegiatan belajar mengajar di sekolah ikut terganggu. “Saya harap, pemprov segera memberikan perhatian serius terhadap hal ini,” harapnya. (bro)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

