WEDA – Bupati Halmahera Tengah (Halteng) Edi Langkara mencanangkan sekaligus melaunching Kawasan Wajib Masker (KWM) tempat wisata Nusliko Park, dalam rangka penerapan kepatutan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus Covid 19.
Kapolres Halteng AKBP Nico A Setiawan mengatakan, salah satu program 100 hari kapolri salah satunya berkaitan dengan penanganan Covid 19. “Kemudian dijabarkan oleh bapak kapolda dengan beberapa program, salah satunya adalah lomba kampung tangguh yang sudah di launching juga di Desa Nureweda,” ungkap AKBP Nico A Setiawan.
Lanjut Nico, sebelum itu ada pencanangan kawasan disiplin protokol kesehatan (Prokes). Namun program terbaru kawasan disiplin prokes dijadikan menjadi satu saja, yaitu Kawasan Wajib Masker atau (KWM). “Kawasan wajib masker ini sebelumnya sudah di launching di depan Polres yaitu sepanjang jalan depan polres dari rutan sampai di perempatan perumahan 100 desa Wedana,” ucapnya.
Semua masyarakat yang berkendaraan melewati jalan itu, wajib memakai masker, Termasuk di dalam polres menjadi kawasan wajib masker, baik kepada masyarakat maupun anggota polri ketika memasuki lingkungan polres, wajib menggunakan masker. “Selain itu, kami juga diminta membuat Kawasan Wajib masker di tempat-tempat wisata, salah satunya di tempat wisata Nusliko Park ini. Dan mungkin juga bertepatan dengan festival Mtu Mya di kawasan wisata Desa Mesa Kecamatan Weda timur,” tambahnya.
Selain tempat wisata, fokusnya juga di tempat pelayanan publik. Seperti Dinas Dukcapil dijadikan sebagai Kawasan Wajib Masker. Karena, saat ini hampir tiap hari Dukcapil melayani masyarakat dalam pengurusan baik KTP maupun perpindahan penduduk untuk lamaran kerja ke PT IWIP. Selain tempat pelayanan publik, mungkin juga ke tempat masyarakat sering berkumpul, seperti pelabuhan dan pasar.
“Kami berterima kasih pak bupati bisa hadir di tempat ini, sekaligus nanti melaunching Nusliko park ini menjadi Kawasan Wajib Masker,” ujarnya.
“Saya juga mohon dukungannya berkaitan dengan kampung tangguh. Mengingat kampung tangguh ini akan dilombakan, fokus kami itu di desa Nurweda, lebih kepada ketahanan atau ketangguhan berkaitan dengan protokol kesehatan,” tutupnya.
Sementara itu Bupati Halteng, Edi Langkara mengatakan, Pemda Halteng berterima kasih kepada jajaran kepolisian republik Indonesia dalam hal ini Polres Halteng yang telah melaksanakan program launching kawasan wajib masker (KWM) dalam rangka penerapan kepatutan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus Covid 19.
“Secara khusus dan pribadi, saya ucapkan terima kasih kepada bapak Kapolres bersama seluruh jajaran. Kita pemerintah daerah selalu diingatkan terus terkait dengan protokol kesehatan,” ungkap bupati.
“Untuk Kawasan Wajib Masker ini, juga saya berterima kasih dengan bapak kapolres, karena menurut saya memakai masker ini ternyata manfaatnya lebih besar dari pada kita menganggapnya sebagai hal biasa,” tuturnya.
Terkait kampung tangguh, Edi meminta jajaran Polres Halteng supaya selalu berkoordinasi dengan lingkungan pemda, berkaitan dengan tugas tupoksi itu. “Adanya Kawasan Wajib Masker ini, masyarakat dapat sadar akan pentingnya penerapan Protokol kesehatan di masa pandemik ini,” tutup Edi. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

