Sidak, Wawali Temukan Pegawai “Masih Malas”

Wakil Walikota Ternate saat melakukan sidak

TERNATE – Hari pertama berkantor pasca libur lebaran idul fitri 1442 hijriyah, Wakil Wali Kota Ternate Jasri Usman langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada sejumlah SKPD, kantor lurah dan puskesmas yang ada di Kota Ternate.

Sidak ini dilakukan selain untuk memastikan kedisiplinan ASN usai lebaran, juga mengecek secara langsung permasalahan di instansi pemerintah sekaligus bersilaturahmi, serta melakukan evaluasi program 100 hari kerja terkait penanganan covid19. Bahkan, di hari pertama sidak usai apel gabungan itu masih banyak ditemukan ASN sampai para pejabat dan lurah tidak berkantor, bahkan ada laporan dari staf kalau lurah di salah satu kelurahan sudah lama tidak berkantor. Meski begitu pelayanan kepada masyarakat tetap jalan.

Wakil Wali Kota Ternate Jasri Usman mengatakan, sidak yang dilakukan pasca  idul fitri untuk memastikan secara langsung tingkat kedisiplinan  ASN maupun PTT, sekaligus dimanfaatkan bersilaturrahmi dan dapat meninjau langsung sarana prasarana perkantoran. Dimana dari sidak itu ditemukan kalau aula eks kantor Wali Kota tidak terurus.
“Ada  beberapa hal itu yang kita ingin benahi, dimana terkait kedisiplinan pegawai kemudian sarana perkantoran,” katanya Senin (17/05/21) siang.

Bagi ASN yang tidak masuk kantor pada hari pertama ini kata Jasri, nantinya mereka bakal di panggil. Bahkan kata dia, ketika mengunjungi Puskesmas, dirinya sudah mendapatkan data terkait dengan covid19, sesuai dengan visi 100 hari kerja.
“Per hari ini datanya saya dapat tinggal dua kasus terkonfirmasi dalam penanganan, dan kondisinya sudah membaik. Bahkan, secara keseluruhan tingkat nasional itu Kota Ternate kita zona hijau, namun untuk Maluku Utara kita di zona kuning karena ada dua kasus,” terang dia.

Menurutnya, dalam penanganan dan pencegahan covid19 ini terus dilakukan, bahkan vaksinisasi di puskesmas terus dilakukan dan total yang telah di vaksin di Kota Termate sebanyak 1.587 orang, meski jumlah itu masih jauh dari yang ditargetkan sebanyak 30 ribu lebih. “Ini karena ketersediaan vaksin kita,” ucapnya. (cim)

Berita Terkait