Guru Malas Bakal Diberi Sanksi

Wakil Walikota Tidore

TIDORE – Minimnya kesadaran para guru dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di Kota Tidore Kepulauan khususnya di wilayah Oba, membuat Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen geram dengan sikap tersebut.

Pasalnya, semangat untuk menjadikan Tidore Jang Foloi sebagaimana visi besar pemerintahan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen (AMAN) di periode kedua ini, tidak hanya diukur dari megahnya pembangunan infrastruktur, melainkan juga dilihat dari kualitas pendidikan maupun kesehatan. Sehingga kedua hal ini menjadi penting bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditugaskan dalam bidang tersebut untuk bekerja dengan baik. Sebab jika tidak, maka sulit bagi pemerintah untuk mensukseskan Tidore Jang Foloi.

“Ada laporan dari tim bentukkan saya, namanya Sahabat Peduli Pendidikan dan Kesehatan, bahwa di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Oba Tengah, Oba, dan Oba Selatan itu ada guru yang tidak pernah masuk mengajar. Hal ini kemudian membuat saya melakukan rapat evaluasi bersama Kepala-Kepala Sekolah di Tiga Kecamatan itu,” ungkap Wawali usai melakukan pertemuan dengan Kepala-Kepala Sekolah yang berpusat di Aula Dinas Pendidikan Kota Tikep, Senin, (9/8/21).

Orang nomor dua dilingkup Pemkot Tikep ini membeberkan bahwa para guru yang telah ditugaskan untuk mengajar di wilayah Oba, kebanyakan beralasan untuk kembali Ke Tidore satu hari, namun faktanya lebih dari satu hari. Sehingga membuat aktifitas belajar mengajar tidak dapat berjalan dengan baik.

“Saya sudah minta kepada kepala-kepala sekolah agar segera melakukan evaluasi, apabila ada guru yang tidak disiplin maka harus diberi teguran satu sampai tiga kali. Jika mereka tidak patuh dan taat, maka segera laporkan ke Dinas untuk direkomendasikan ke BKPSDM guna diberkan sanksi,” tandasnya.

Lebih lanjut, Wawali mengatakan, terkait disiplin ASN juga sudah termuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53, dimana sanksinya bisa sampai pada tingkat pemecatan apabila ASN sudah tidak berkantor selama satu tahun. Olehnya itu, agar tidak terjadi sampai pada pemecatan, maka alangkah baiknya hal seperti ini patut untuk saling mengingatkan.

“Guru hebat, sudah pasti murid pintar, guru merupakan teladan bagi siswa, jika guru malas, bagaimana kita bisa mengharapkan siswa akan rajin,” pungkasnya.

Senada disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Zainudin Umasangadji, ia mengaku laporan dari tim yang dibentuk Wawali ini, memang sesuai dengan pantauan dari Dinas Pendidikan, dan kebanyakan guru yang terindikasi belum menjalankan tugas dengan baik adalah guru yang telah dimutasikan dari Tidore ke daratan Oba.

Olehnya itu, ia berharap, jika guru yang sudah dimutasikan ke daratan Oba agar dapat meningkatkan disiplin kerja, sehingga tidak mengganggu aktifitas belajar mengajar. “Masalah ini akan dipertegas oleh kepala-kepala sekolah melalui teguran lisan dan tulisan dan tembusannya disampaikan ke dinas, jika mereka masih tidak menjalankan tugas, maka akan kami tindaklanjuti ke BKPSDM untuk diberi sanksi sebagaimana ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (ute)

Berita Terkait