WEDA – Pemadaman yang sering terjadi di wilayah Patani, membuat Komisi III DPRD Halteng mendatangi PLN Ranting Patani untuk memastikan problem yang terjadi.
Ketua Komisi III, Aswar Salim saat dikonfirmasi menyampaikan, saat berkunjungan di PLN Patani mereka bertemu dengan salah satu staf PLN Patani. Dalam pertemuan itu mereka menanyakan kenapa akhir-akhir ini PLN sering mengalami pemadaman yang terus menerus.
“Jadi beberapa waktu belakangan ini PLN Patani terjadi pemadaman yang tidak pakai jadwal yang pasti, tiba-tiba padam satu hari tidak ada pemberitahuan,” ucap Aswar.
Aswar mengaku, kepada Komisi III, pihak PLN Patani menjelaskan bahwa mesin yang aktif ada 6 unit kemudian dua mesin itu fungsinya hanya sebagai pendorong sisanya empat unit yang menghasilkan setrum.
Dari keempat mesin yang mengaliri listrik ini, satu atau dua unit sering mengalami gangguan maka akan terjadi pemadaman secara bergiliran. “Jadi menurut keterangan PLN bahwa sering terjadi pemadaman itu karena mesin mengalami kerusakan,” akunya.
Lanjut Aswar, kendala lain di lapangan bahwa sampai saat ini PLN Patani masih memakai kabel telanjang, makanya kami usulkan kalau bisa kabel itu diganti dengan kabel bungkus sehingga tidak sering terjadi korsleting apabila dihinggapi kelelawar atau katak dan lainnya. “Karena kabel telanjang itu ketika tersentuh daun atau dahan pohon maka akan terjadi korslet, bahkan dihinggapi binatang seperti kelelawar,” paparnya.
Politisi Golkar itu mengaku ada masalah lain lagi, yaitu terkait dengan pekerja atau petugas PLN Patani. Rata-rata petugas PLN Patani tenaga kontrak atau honor dan pegawai tetap itu hanya Kepala PLN. “Lima orang tenaga kontrak plus satu pegawai tetap, yaitu Kepala PLN. Ini juga problem,” sebutnya.
Bahkan dalam kunjungan tersebut Komisi III mendapati mobil operasional PLN mengalami kerusakan dan tidak ada perbaikan. Sehingga untuk melayani keluhan masyarakat di beberapa desa itu tidak bisa dijangkau. Sehingga pada kesempatan ini Komisi III menyampaikan dalam hal ini PLN Sofifi untuk lebih memperhatikan PLN Patani. “Karena memang wilayah kerja PLN Patani besar, mulai Kecamatan Patani Timur, Patani Utara, Patani, dan Patani Barat, apabila ada gangguan jaringan maka tidak bisa diperiksa karena mobil operasional PLN rusak, akhirnya pemadaman terjadi terus menerus,” tandasnya.
“Jadi kalau bisa ada penambahan mesin agar melayani seluruh wilayah Kecamatan Patani,” lanjut Aswar.
Dia juga mengaku, Komisi III akan menindaklanjuti hasil kunker itu ke PLN Sofifi guna menyampaikan masalah yang ditemui di lapangan. Namun semuanya itu, kata Aswar, kalau ada pemadaman harus disampaikan oleh pihak PLN kepada masyarakat secara terbuka melalui surat pemberitahuan dan jadwal pemadaman bisa dilakukan bergiliran. “Jangan tiba-tiba padam, karena rata-rata masyarakat mengeluhkan pemadaman hampir setiap saat dan dalam jangka waktu yang lama,” tutupnya. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

