Sebagian Wilayah Malut Dilanda Cuaca Ekstrim

Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Babullah Ternate
Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Babullah Ternate

TERNATE – Hujan lebat yang mengguyur Kota Ternate pada umumnya dalam beberapa hari, menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang air, bahkan sempat mengancam para pengendara. Sebab air yang tergenang di sejumlah jalan raya tersebut, terdapat sejumlah material berupa sampah rumah tangga, hingga ranting pohon.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate, menyatakan sebagian wilayah di Maluku Utara Malut) masih berpotensi terjadi cuaca ekstrim hingga hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
“Sejumlah wilayah seperti Batangdua Ternate serta dapat meluas ke wilayah Kao, Jailolo, Ibu, Hiri, Ternate, Kayoa dan sekitarnya dan kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 00.15 wit nanti,” kata Prakirawan Cuaca BMKG Ternate, Zaky Alim Nuary melalui siaran pers, Minggu (05/09/21).

Olehnya itu, pihaknya meminta mewaspadai cuaca ektrim disertai angin kencang, petir dan gelombang tinggi di perairan Malut disebabkan adanya pola angin di wilayah Indonesia bagian utara bergerak dari Selatan Barat Daya dengan kecepatan berkisar 5-15 knot dengan sirkulasi tekanan rendah terdeteksi di wilayah perairan Samudra Pasifik bagian Utara Halmahera.

Sebelumnya, akibat cuaca ekstrim disertai angin kencang dan hujan lebat yang melanda Ternate dan berbagai wilayah lainnya di Malut dalam sepekan terakhir, mengakibatkan terjadinya banjir disertai genangan air di berbagai kawasan dataran rendah, karena buruknya system drainase.

Sebelumnya, Warga di Kota Ternate, diminta tetap mewaspada terhadap bencana tanah longsor, setelah beberapa hari terakhir ini curah hujan dengan intensitas tinggi masih melanda di daerah ini.
Pantauan Fajar Malut ada sejumlah titik, seperti Kelurahan Rua, Taduma dan Kelurahan Takome, di Kecamatan Ternate Pulau, yang mengalami bencana tanah longsor akibat dari curah hujan tinggi melanda di daerah itu sejak Agustus 2021.

Bencana tanah longsor yang terjadi sejumlah tiitk di Kecamatan Ternate Pulau itu, berupa tanah longsor, sehingga menyebabkan sebuah jembatan mengalami retak dan dan unit rumah warga mengalami rusak. Bahkan hujan yang terjadi mengakibatan sebuah jembatan di Kabupaten Pulau Taliabu ambruk. Padahal jembatan tersebut merukan akses satu satunya menuju RSUD Taliabu di Bobong. (red)

Berita Terkait