TIDORE – Setelah melakukan pertemuan dengan Kepala Desa (Kades) di daratan oba belum lama ini, Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen menemukan sejumlah persoalan atas pelayanan terhadap masyarakat, terutama mengenai proses pencairan Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) yang kerap menyita waktu bagi Pemerintah Desa (pemdes).
Hal itu, tentu berdampak terhadap lambatnya pelaksanaan program di tingkat desa. Sehingga dalam waktu dekat, Wawali akan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut dengan Walikota dan Sekda guna membicarakan terkait dengan pengalihan proses pencairan DD maupun ADD untuk 43 desa di Daratan Oba ke salah satu bank yang ada di Sofifi.
“Selama inikan semua pelayanan mengenai pencaiaran dana desa itu terpusat di Tidore, padahal di daratan Oba, khususnya di Sofifi juga ada bank yang bisa menangani soal ini. Jadi kedepan kita akan memperpendek rentang kendali, dengan mengalihkan proses pencairan ADD maupun DD, untuk ditangani oleh salah satu bank yang ada di sofifi,” tuturnya saat ditemui sejumlah media di depan ruang kerjanya, Senin, (06/09/21).
Tujuan daripada pengalihan proses pencairan ADD maupun DD ini, kata Wawali agar setiap pengurusan menyangkut dengan masalah anggaran, pihak Pemdes yang ada di daratan Oba tidak perlu membuang waktu untuk ke Tidore, yang tentu memakan biaya cukup besar karena harus menyebrang lautan.
“Langkah ini merupakan bagian dari mengefektifkan kinerja Pemdes serta membuat efisiensi anggaran, jadi kedepan mereka sudah tidak perlu beralasan untuk mengurusi masalah pencairan dengan waktu berhari-hari di Tidore,” tandasnya. (ute)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

