DARUBA – Tidak hanya Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pulau Morotai, Suryani Antarani, yang enggan memberikan komentar lebih jauh terkait perjalanan realisasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp200 miliar yang dipinjam oleh Pemda Pulau Morotai ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Namun, Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Andrias Thomas, juga tidak bisa memberikan pernyataan lebih jauh terkait hutang Pemkab Morotai ratusan miliar itu. “Kalau itu (anggaran PEN), saya belum bisa komentar,” timpal Sekda kepada media ini.
Menurutnya, pinjaman dana PEN dilakukan di masa Sekda sebelumnya. Walau begitu dirinya siap memberikan pernyataan jika sudah memiliki data pinjaman. “Saya akan komentar jika datanya sudah ada,” katanya.
Sebelumnya, Kepala BPKAD Suryani Antarani mengaku, dirinya hanya bisa memberikan pernyataan terkait progres pencairan anggaran PEN. Hanya saja, terkait progres perkembangan yang berkaitan dengan PEN harus dikonfirmasi kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) misalnya Sekda, Asisten II, maupun Bappeda. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

