TIDORE – Sepak terjang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tidore Kepulauan, Daud Muhammad yang sukses terobos pemerintah pusat untuk mendatangkan puluhan miliar anggaran, dalam rangka pembangunan infrastruktur di Kota Tidore Kepulauan, mendapat apresiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tikep.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua I DPRD Kota Tikep Mochtar Djumati saat dikonfirmasi pekan kemarin. Dia mengaku pada tahun 2021 ini, Dishub Kota Tikep sukses mendatangkan anggaran kurang lebih senilai Rp.29 Miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Anggaran tersebut diperuntukan untuk sejumlah pembangunan pelabuhan di Kota Tidore, diantaranya, pelabuhan rum kecamatan Tidore Utara, pelabuhan Dowora Kecamatan Tidore, dan Pelabuhan Galala Kecamatan Oba Utara.
“Dengan kekuatan fiskal APBD yang terbatas, namun upaya Dinas Perhubungan dalam mempercantik sejumlah pelabuhan yang menjadi jantung transportasi masyarakat ini sangat kami apresiasi, karena hanya satu-satunya dinas yang Dana Alokasi Khusus (DAK) terbesar di Provinsi Maluku Utara (Malut) hanya Dinas Perhubungan Kota Tikep,” ungkapnya.
Olehnya itu, Mochtar berharap, dengan banyaknya anggaran dari pemerintah pusat yang mengalir di Kota Tidore Kepulauan, Dinas Perhubungan wajib menuntaskan setiap pekerjaan di tiga pelabuhan itu, harus tepat pada waktunya. Sehingga kedepan pemerintah kota tidak perlu menguras APBD untuk menunjang pekerjaan yang sudah dibiayai oleh pemerintah pusat.
“Semoga sampai di desember, pekerjaannya sudah bisa diselesaikan, karena kalau tidak tentu masyarakat yang dirugikan, dan sejauh ini, ketika DPRD turun memantau di lapangan, itu progresnya sudah semakin baik,” tuturnya.
Selain tiga pelabuhan yang dipercantik menggunakan APBN. ada juga satu pelabuhan yang akan dipercantik dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), yakni Pelabuhan Loleo Kecamatan Oba Tengah.
“Semangat memperbaiki pelabuhan ini juga merupakan dukungan atas visi misi Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen yang akan mewujudkan daratan oba sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, maka dari itu, pelabuhan yang merupakan pintu masuk dan keluar bagi para pengguna jasa ini, sudah harus dipercantik sehingga mereka juga bisa mendapatkan kenyamanan. Karena dari mereka, maka perputaran ekonomi bisa berjalan dengan lancar,” tambahnya. (ute)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

