Perdana, BAN-PT Visitasi Prodi KPI UMMU

BAN-PT Visitasi Prodi KPI UMMU

TERNATE – Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan visitasi (asesmen lapangan) terhadap Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)  Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU). Asesmen lapangan dilakukan secara daring oleh dua tim asesor yang ditunjuk BAN-PT, yakni  Najahan  Musyafak, dari Universitas Islam Negeri Walisongo dan H. Sulkhan Chakim dari  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto.

Asesmen lapangan berlangsung selama dua hari, Jumat 15 hingga Sabtu 16 Oktober,   dibuka oleh Rektor UMMU, Saiful Deni, dihadiri  Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UMMU Abdurahman Kader. 

Rektor dalam arahanya mengatakan, asesmen lapangan oleh BAN-PT ini merupakan yang pertama bagi Prodi KPI, sebagai prodi baru. Ini dalam rangka melihat kinerja program studi,  sehingga bisa melakukan perbaikan untuk pengembangan ke depan. “Semoga kegiatan asesmen lapangan ini berjalan lancar,” harap rektor

Tim asesor melakukan verifikasi terhadap data yang terdapat pada borang yang telah dikirimkan ke BAN-PT oleh program studi.  Hari pertama asesmen lapangan, tim asesor mewawancarai dan mengkonfirmasi dokumen kepada pimpinan fakultas dan prodi terkait rencana pengembangan, sistem tata pamong,  pengelolaan dan capaiannya.

Di hari kedua, asesor melakukan kunjungan lapangan daring ke fasilitas penunjang pendidikan dan layanan, seperti ruang kuliah, ruang  dekan, ruang prodi, laboratorium, dan lain penunjang lainnya. Selanjutnya mewawancarai  mahasiswa dan tenaga kependidikan.

“Terima kasih kepada tim asesor BAN-PT yang telah banyak memberikan masukan demi perbaikan Prodi KPI UMMU ke depan,” ucap Dekan Fakultas Agama Islam, La Ode Ilman, seraya berharap, Prodi KPI mendapatkan hasil memuaskan dari hasil asesmen.

Ketua Prodi KPI UMMU, Zulkifli Hi.Saleh mengaku, mendapatkan banyak hal baru selama proses asesmen lapangan dari tim asesor. Tidak hanya aspek teknis, melainkan aspek substansi untuk pengembangan prodi ke depan.

“Salah satu aspek substansi adalah kompetensi mengenai konsentrasi konseling. Tim asesor menegaskan bahwa konsentrasi itu lebih dekat dengan psikologi, bukan komunikasi. Apalagi, keduanya memiliki asosiasi yang berbeda,” ungkap Zulkifli, mengutip pernyataan Ketua tim  Asesor BAN-PT, Najahan Musyafak, disaat penutupan asesmen lapangan.

Penegasan tim asesor, kata Zulkifli, bahkan disampaikan sejak awal asesmen lapangan dengan mengajak pihak fakultas dan prodi memahami konstruksi terhadap Prodi KPI.  Menindaklanjuti hal itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan fakultas dan universitas untuk melakukan perbaikan kurikulum.

“Sejak awal tim asesor  sudah sampaikan  ke kami untuk memahami betul Prodi KPI. Karena konseling yang dimasukan dalam konsentrasi kompetesinya tidak relevan dengan KPI. Dan itu dua ‘kamar’ yang berbeda, maka  harus ada perbaikan kurikulum,” kata Zulkifli. 

Meski begitu, Zulkifli mengatakan, borang akreditasi  9 kriteria bisa dipertanggungjawabkan di depan tim asesor.  Ia berharap, Prodi KPI UMMU mendapatkan predikat akreditasi memuaskan dan menjadi hadiah terindah bagi dosen dan mahasiswa,  terkhusus almarhumah Mantan Dekan Nahjiah Ahmad, sebagai amal jariah. (red)

Komentar

error: Content is protected !!