Kisruh Warga Desa Nuku dan Pemdes Berakhir Damai

Wawali mediasi pertemuan kades dan warga

TIDORE – Polemik sejumlah warga desa Nuku dan Pemerintah Desa (Pemdes) Nuku yang tak berkesudahan karena dianggap Pemdes dibawah kepemimpinan Rino Abdurrahman selaku Kades tidak transparan dan adil. Hal itu diselesaikan oleh Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen.

Polemik ini, bermula dari kebijakan Rino, yang dianggap tidak pernah mementingkan kelompok masyarakat yang tidak memilih dirinya sebagai Kades pada periode pertama. Selain dari itu, mereka juga tidak terima dengan sikap Panitia Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang terkesan tertutup. Sehingga membuat mereka harus melakukan aksi pemalangan kantor desa yang dikoordinir oleh Kisman Kader, yang juga merupakan salah satu warga desa Nuku.

Setelah pemalangan dilakukan, sontak menarik perhatian Muhammad Sinen, Wakil Walikota Tidore Kepulauan, sehingga Kamis, (21/10/21) dirinya kemudian turun langsung ke desa Nuku untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, sekaligus membuka palang pintu kantor desa yang dilakukan oleh sejumlah warga tersebut.

Di kesempatan itu, Muhammad Sinen kemudian melakukan pertemuan bersama dengan warga yang sudah sekian lama berselisih paham dengan Rino Abdurrahman selaku Kades Nuku dua periode, untuk memastikan substansi permasalahan yang terjadi.

Dalam pertemuan itu, terungkap sejumlah keluhan atas ketidakpuasan sikap panitia dan kades yang dianggap tidak mau transparan terkait dengan kebijakan desa, bahkan kades juga tidak mau melibatkan sebagian masyarakat desa Nuku dalam pelaksanaan kegiatan, baik fisik maupun non fisik. Hal itu membuat mereka merasa tidak dihargai sebagai warga desa Nuku.

Meskipun dalam pertemuan itu, berjalan cukup alot dan menegangkan, namun Muhammad Sinen mampu meredam emosi warga. Sehingga di kesempatan tersebut dirinya meminta kepada kades, agar kembali merajut kebersamaan dan persatuan di tengah-tengah masyarakat tanpa harus melihat perbedaan politik. 

Pasalnya, perbedaan sikap dalam politik telah berakhir pasca terpilihnya kades, untuk itu sudah saatnya pemdes dan masyarakat dapat bergandeng tangan guna mensukseskan setiap kegiatan yang ada di desa demi kemajuan desa.

“Saya berharap kedepan kades beserta perangkatnya sudah harus lebih terbuka kepada semua masyarakat, terus bangun komunikasi yang baik dan tidak boleh tertutup, selain itu, kades juga harus mampu merangkul dan melibatkan semua masyarakat dalam setiap kegiatan pembangunan desa, tanpa melihat latar belakang politik. Sebab yang diharapkan dari sebuah pemerintahan adalah kesejahteraan bersama,” ungkapnya yang kemudian diamini oleh kades Nuku, Rino Abdurrahman.

Foto bersama usai pertemuan

Selain menyoroti kekurangan kades, Muhammad Sinen juga menyentil terkait dengan sikap sejumlah warga yang melakukan pemalangan kantor desa. Kata dia seharusnya warga tidak perlu melakukan pemalangan, sebab kantor tidak bersalah, jika warga merasa tidak puas dengan hasil pemilihan BPD, maka yang digugat adalah panitia disertai dengan bukti tertulis. Sehingga dengan begitu dapat dijadikan data pembanding untuk ditindaklanjuti sebagaimana aturan yang berlaku.

Namun karena pada pertemuan itu, warga yang menolak hasil pemilihan anggota BPD tidak memiliki data yang otentik, sehingga Muhammad Sienen kemudian meminta agar warga tersebut dapat bersama-sama menerima hasil pemilihan anggota BPD yang telah dilakukan.

“Disini saya tidak mencari siapa salah dan siapa benar, namun penting untuk kita bersama-sama memperbaiki kesalahan yang ada, agar masyarakat tidak dikorbankan, sebab jika kita hanya berputar pada ketidakpuasan akibat hasil pemilihan BPD, maka persoalan ini tidak akan pernah selesai, untuk itu saya minta agar hasil pemilihan anggota BPD desa Nuku ini, bisa diterima secara bersama oleh semua masyarakat, karena hasil ini juga telah dilengkapi dengan data dan sudah melalui prosedur,” tuturnya, sembari meminta warga yang berselisih paham dengan kades beserta perangkatnya untuk berdamai dan merajut kembali persatuan.

“Kedepan camat juga harus sering melakukan rapat dengan pemerintahan desa dan masyarakat, agar keluhan-keluhan ini bisa didengar secara langsung dan ditindaklanjuti ke pemerintahan kota, jadi saya minta kepada Camat agar sebulan sekali harus turun ke desa dan melakukan pertemuan bersama dengan kades dan masyarakat,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kisman Kader, koordinator aksi pemalangan kantor desa juga ikut mengamini permintaan Wawali, bahkan dirinya siap bersinergi dengan Pemdes dan saling membenahi untuk kepentingan desa Nuku kedepan. 

Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan bersama sejumlah warga yang telah melakukan pemalangan kantor, namun besar harapannya, agar kedepan komunikasi Pemdes dan masyarakat perlu ditingkatkan. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran pak Wakil yang telah mendengar keluhan kami, harapannya setelah pertemuan ini, kita sama-sama bisa saling memperbaiki dan bersinergi sebagaimana titipan Pak Wakil, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Walikota Tikep, Muhammad Sinen itu, dihadiri oleh Kepala Bidang PMD Kota Tikep, Iswan Salim dan Camat Oba Selatan. (ute)

Berita Terkait