WEDA – Bangunan bekas penginapan (penginapan Safia) milik Ahmad Andom alias Ahmad Cina, di Desa Were, Kecamatan Weda, tepatnya depan SMA 1 Weda rata dengan tanah, setelah dilahap api pada Sabtu (13/11/2021) sore sekitar pukul 16.30 Wit. Saat kejadian, kondisi cuaca panas dan berangin membuat bangunan yang terbuat dari kayu itu dalam sekejap habis dilahap api.
Menurut keterangan saksi mata, Ical Maya (22) dan Fauzan Halid (23) yang merupakan pekerja kuli bangun belakang Tempat Kejadian Perkara (TKP), tiba-tiba mereka melihat kepulan asap dari dalam bangunan itu. Keduanya sempat berteriak kebakaran memberitahukan para penghuni agar segera memadamkan api.
Sebagaimana diketahui, bangunan bekas penginapan itu dihuni oleh sejumlah karyawan PT IWIP asal Patani, masing-masing Djafar Sahlan (37), Kifli Hasim (28), Ruslan (30), Halid Taher (31), Julkarnaen (25) dan istrinya yang sedang hamil muda.
Kedua saksi dan penghuni berupaya membantu memadamkan api. Namun mereka tak mampu, kobaran api terus membesar karena bangunan eks penginapan terbuat dari kayu. Sesaat api membesar itu membuat warga sekitar mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun api tidak bisa dipadamkan dan hanya bisa menyaksikan kobaran api yang menghanguskan bangunan tersebut.
Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemda Halteng dan satu unit water canon milik Polres Halteng dikerahkan untuk membantu memadamkan api pun tidak bisa berbuat banyak, sehingga bangunan yang diamuk si jago merah rata dengan tanah.
Terpisah, Kapolres Halteng AKBP Nico A Setiawan mengatakan, awalnya mendapat laporan masyarakat telah terjadi kebakaran di depan SMA Weda yang merupakan eks penginapan Safia.” Pada saat itulah saya perintahkan anggota segera membantu memadamkan api dengan menerjunkan satu unit mobil water canon milik Polres Halteng ke TKP,” katanya. Lanjut Kapolres, untuk kerugian dan penyebab, anggota reskrim tim identifikasi, masih mendata dan meminta keterangan saksi mata yang ada di TKP. “ Untuk data lengkap saya belum dapat laporan dari anggota,” tutupnya.
Kejadian kebakaran juga terjadi di SD Inpres Fogi, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, yang diduga akibat terjadi konslet listrik
Hal itu diakui Kepala SD Inpres Fogi, Jufri Duwila saat diwawancarai wartawan, Sabtu (13/11/2021). Jufri mengatakan, penyebab kebakaran ini karena konslet arus listrik sekitar jam 15.00 WIT. Adanya kejadian ini, pihak sekolah meminta kepada Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Kepulauan Sula untuk memperhatikan fasilitas yang terbakar.” Jadi harapan saya kepada Dinas Pendidikan Sula lebih cepat memperhatikan fasilitas pendidikan, sehingga siswa dapat belajar kembali seperti biasanya,” harapnya.
Kepala Diknas Sula, Rifai Haitami mengaku, akan melakukan renovasi di tahun 2022. “ Tentunya dalam waktu dekat Diknas akan melakukan perbaikan atau renovasi untuk SD Inpres Fogi akan kami tampung pada Dana Alokasi Khusus (DAK) 2022,” katanya.
Meski begitu, Rivai belum melihat di dalam daftar apakah SD Inpres Fogi masuk atau tidak. “ Melihat tingkat kerusakan yang ada, kami akan melakukan pengecekan bantuan sekolah yang memang belum layak diterima, yang bangunannya masih bagus, kita akan alihkan ke SD Inpres Fogi yang baru saja terbakar,” ujarnya.
Sekadar diketahui, ada lima ruangan yang terbakar, yaitu kelas II-A, kelas II-B, kelas III-A, kelas III-B, dan kelas IV-A yang diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah, namun tidak ada korban jiwa.(udy/nai)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

