Tower Bakti Telkomsel di Desa Tilei Dinilai Mubajir

Ilustrasi

DARUBA – Tower Telkomsel Bakti yang dibangun di desa Tilei Kecamatan Morotai Selatan Barat (Morselbar) pada 2019 silam, sudah tak lagi berfungsi.

Bahkan proyek yang menghabiskan dana ratusan juta tersebut juga dinilai ‘abal-abal’ oleh warga setempat. Pasalnya, semenjak tower tersebut dibangun, warga di desa Tilei tidak bisa menikmati jaringan 4G dengan baik. Parahnya lagi, dua desa tetangga Tilei yakni desa Usbar Pantai dan Tilei Pantai yang jaraknya hanya kurang lebih 800 meter dari tower tersebut, tidak pernah menikmati jaringan 4G dari tower itu.

Mantan Kepala Desa Tilei, Laeda Sifati, kepada Fajar Malut menuturkan, usai dibangun, warganya masih bisa menikmati jaringan 4G dari tower tersebut sekitar satu tahun. Akan tetapi, kata Laeda, jaringan yang dihasilkan dari tower tersebut, tidak terlalu bagus pada saat musim hujan.

“Tower itu jaringannya bisa dipakai hanya sekitar satu tahun, kalau tidak salah 2020 jaringannya sudah hilang, entah rusak atau apa saya kurang tahu. Baru petugas untuk jaga Tower juga tidak ada, jadi tidak tau mau komunikasi ke siapa, tapi saat masih aktif juga kalau cuaca berawan jaringan sudah hilang, jaringannya kurang kuat, jadi walau sudah ada tower Bakti di desa ini, warga saya disini lebih sering ke dermaga desa Tilei Pantai untuk cari jaringan dari Wayabula,” ungkap Laeda saat ditemui, Minggu (26/12/2021).

Laeda mengaku belum membuat laporan resmi ke Diskominfo Pulau Morotai, terkait lumpuhnya jaringan tower Bakti Kominfo tersebut. “Belum, belum lapor,” katanya. Terpisah, warga desa Usbar Pantai Akri Safar, saat diwawancarai mengaku tidak tahu kalau di desa tetangganya sudah ada tower Bakti.

“Di Tilei ada Tower k?, baru tahu. Karena kalau ada tower pasti di Usbar ada jaringan, yang jelas kita disini mulai dari Morotai pemekaran sampai hari ini belum ada jaringan internet 4G yang normal, yang ada ini, kita hanya dapat jaringan 4G dari Wayabula yang tidak bisa dipakai sama sekali, kalau buka internet, normal itu harus tunggu  jam 3 sampai 6 subuh, jadi kalau hari-hari biasa kita lebih sering ke dermaga Tilei Pantai untuk cari jaringan,” ungkap Akri.

Hal senada juga dikatakan warga desa Tilei Pantai. Menurut mereka, kurang lebih empat tahun, mereka hanya menikmati jaringan dari tower Merah Putih Kecamatan Wayabula.

“Yang ada ini cuma bisa dari Wayabula, kalau yang dari Tilei itu tidak tahu, kapan aktifnya itu,” ujar salah satu warga desa Tilei Pantai.  Sampai berita diterbitkan, Kepala Bidang Diskominfo Pulau Morotai, Takdir Abdul Aziz, belum berhasil dikonfirmasi. (fay)

Berita Terkait