TIDORE – Dalam rangka menyambut pelaksanaan Sail Tidore tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tikep dibawah kepemimpinan Abdul Muis Husein, terus berupaya memperjuangkan sejumlah program yang nantinya akan direalisasi sebelum pelaksanaan Sail.
Program tersebut, diantaranya pembenahan tanjung Kelurahan Soasio, dalam hal ini pembangunan turap dinding penahan tanah dan pedestrian pada sisi pantai tanjung Kelurahan Soasio.
Pedestrian atau perbaikan trotoar di sepanjang pusat kota, dan perbaikan jalan yang berstatus nasional yang ada di Kota Tidore Kepulauan.
“Kemarin kami sudah melakukan pertemuan dengan Kementerian PUPR, semoga usulan kami ini dapat diakomodir sebelum pelaksanaan Sail,” ungkap Kepala Dinas PUPR, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, (31/01/22).
Ia menegaskan, upaya mensukseskan Sail Tidore, telah menjadi perjuangan bersama Pemerintah Kota Tikep, DPRD Kota Tikep dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut). Selain usulan yang disampaikan Dinas PUPR Kota Tikep, ada juga banyak usulan yang disampaikan Dinas PUPR Provinsi Malut dalam rangka membangun Tidore jelang pelaksanaan Sail.
“Usulan yang kami sampaikan itu secara keseluruhan bernilai sebesar Rp.140 Miliar, mudah-mudahan dapat diakomodir, sehingga kita tinggal melakukan pembagian kerja, misalnya program apa saja yang akan dilakukan Dinas PUPR Kota Tikep, dan program apa saja yang akan dilakukan Dinas PUPR Provinsi Malut,” tambahnya.
Lebih lanjut, Muis belum bisa memastikan atas keseriusan pemerintah pusat dalam merealisasikan program yang diusulkan Pemerintah Kota Tikep maupun Pemerintah Provinsi Malut, itu dikarenakan pada tahun 2022 ini, pemerintah pusat sedang diperhadapkan dengan 4 iven Nasional dan Internasional.
Diantaranya, pelaksanaan Motor GP di Mandalika, MTQ tingkat Nasional di Kalimantan Selatan, pertemuan anggota G20 di Bali dan Pelaksanaan Sail Tidore.
“Adanya 4 iven nasional dan Internasional ini tentu akan menguras anggaran negara, tetapi prinsipnya kami telah berupaya dan mengusulkan berbagai program ke kementerian, besar harapannya, jika pemerintah pusat belum bisa akomodir secara keseluruhan, minimal setengah dari usulan yang disampaikan, dapat diakomodir, sehingga pemerintah bisa mengucurkan anggaran senilai Rp. 70 hingga 80 Miliar ke Tidore,” jelasnya. (ute)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

