JAILOLO – Inspektorat Kabupaten Halmahera Barat mengemukakan, sebanyak 125 temuan yang ditinggalkan masa pemerintahan Danny Missy. Temuan tersebut tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
“Saat ini ada sebanyak 125 temuan yang ditinggalkan pemerintahan sebelumnya,” kata Kepala Inspektorat, Martinus Djawa, dalam pertemuan Persiapan Pra Pemutakhiran Tindak Lanjut Temuan Pemda Halbar tahun 2006 sampai 2020, yang antara Pemda Halbar dan BPK-RI, Senin, (14/03/2022) kemarin.
Meski bersifat administrasi, kata Martinus, temuan itu akan ditindaklanjuti oleh pemerintahan James Uang dan Djufri Muhamad. Temuan yang tersebar di beberapa OPD itu akan kami tindak lanjuti secepatnya.
“Jadi ini perlu kerja sama yang intens OPD agar dalam waktu dekat sudah terselesaikan,” tandas Martinus dalam rapat tersebut.
Sementrara itu, Sekda Halbar Syahril Abd. Rajak berharap, tim inspektorat agar dapat mendampingi, menyelesaikan temuan administrasi di masing-masing OPD itu. “Kita akan bentuk tim di masing-masing Irban (inspektorat) guna membantu setiap OPD, untuk menyelesaikan proses temuan tersebut,” kata Syahril.
Menurut Bupati James Uang, jika temuan administrasi itu tidak dapat diselesaikan, maka berdampak ke penilaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) maupun dana bantuan pusat ke daerah, seperti dana Insentif Daerah (DID). “Jadi harus segera kita selesaikan,” tegasnya
Bupati James meminta, dua pekan kedepan temuan itu para OPD sudah harus selesaikan temuan tersebut, dan melarang OPD tersebut untuk keluar daerah. ”Untuk itu saya harapkan para pimpinan OPD selama dua minggu ini fokuskan menyelesaikan temuan tersebut. Jangan ada yang keluar daerah sampai temuan ini benar-benar selesai,” tegas James. (ais)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

