TERNATE– Dari hasil evaluasi kepada petugas penagih retribusi di Dinas Perhubungan Kota Ternate pada bulan Februari 2022 diputuskan, sebanyak 17 orang di usulkan untuk berhentikan dari PTT. Langkah ini diambil terhadap 17 orang petugas yang tersebar di 17 titik penagihan di Kota Ternate yakni Bastiong, pos malam, pos IV, amanah, boulevard, Gloria, selecta, setia farma, barito, pos III, pos higienis, pelabuhan semut, percontohan, kemudian pelabuhan kota baru, boulevard, moti dan dufa-dufa.
Karena dari hasil evaluasi ditemukan petugas penagih ini dalam sebulan hanya menghabiskan 2 buku dalam sebulan dari target 30 buku yang dibebankan ke mereka, padahal kawasan yang ditagih kendaraannya cukup ramai, atas dasar itu mereka ini di berhentikan karena di duga ada kebocoran.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Ternate Faruk Albaar di konfirmasi mengatakan, dari hasil evaluasi yang dilakukan terhadap petugas penagih retribusi parkir, di putuskan banyak yang diberhentikan dari PTT.
“Karena ada (petugas) yang dalam sebulan bisa capai 30 buku sesuai dengan yang di target, tapi justru ada petugas yang dalam sebulan itu hanya menghabiskan 2 buku, ini kan perbandingan sangat jauh,” katanya Rabu (16/3) kemarin.
Sebab kata dia, ada sejumlah titik salah satunya termasuk depan apotek Setia Farma di kelurahan Gamalama yang dari hasil pantauan, itu kendaraan ramai setiap malam tapi justru tidak sebanding dengan capain di lapangan, karena pendapatan dari kawasan itu justru jongkok.
“Masa dalam satu bulan hanya bisa 1 buku sementara kawasan itu kalau kita lewati agak susah karena kendaraan padat yang parkir, masa cuma bisa 1 buku dalam sebulan sementara ada yang dalam sehari bisa capai 2 buku, dan mereka ini kalau tidak di berhentikan bagaimana, sehingga saya usulkan untuk diberhentikan,” ungkapnya.
Menurut dia, sebanyak 17 orang petugas penagih retribusi yang telah diusulkan ke BKPSDM untuk di berhentikan dari PTT, namun karena SK PTT sudah diterbitkan, sehingga pihaknya masih menunggu evaluasi lanjutan.
“Dari jumlah 17 orang yang diusulkan itu sudah sebanyak 6 orang yang telah diakomodir untuk di berhentikan sesuai dengan SK yang baru di teken, tinggal 11 orang yang belum terakomodir,” ucapnya.
Dia menjelaskan, usulan pemberhentian para petugas penagih ini dilakukan berdasarkan evaluasi atas capaian di bulan Februari 2022. Sementara sejumlah titik penagihan seperti pasar barito dan higienis serta yang lain yang capaian beberapa petugas melebihi dari target dalam sebulan kata dia, pihaknya sebelum itu berencana memberikan reward ke mereka namun terkendala dengan pandemic covid19 di tahun 2021 kemarin.
“Mereka yang berhasil capai target ini tetap di jamin meskipun absen nya tidak di tandatangan,” sebutnya.
Dia kembali menyebut, dalam sebulan setiap petugas penagih retribusi di beri target habiskan 30 buku, atau minimal 26 buku dimana setiap buku berjumlah 100 lembar karcis, yang ditagih oleh petugas sejumlah 63 orang yang tersebar di 17 titik.
“Kalau di bilang tidak capai itu tidak mungkin, karena saya pernah coba. Bahkan, ada petugas yang dalam sebulan bisa menghabiskan 47 buku itu kawasan depan boluverd inisial FL, sementara rekannya hanya 2 buku dalam sebulan di tempat yang sama itu yang kita usulkan untuk berhentikan, begitu juga dengan lokasi yang lain, sementara ada juga petugas yang habiskan 30 buku lebih dalam sebulan itu di pasar barito,” jelasnya.
“Kalau sisa 11 orang dari BKPSDM menyampaikan kapan saja bisa di berhentikan, dan dalam waktu dekat 11 orang ini akan di usulkan berhentikan, karena saat ini kami masih di sibukkan dengan pemeriksaan BPK setelah itu saya usulkan,” sambung dia.
Faruk mengatakan, untuk mengantisipasi kebocoran dan pungli maka setiap hari para petugas penagih karcis ini, di wajibkan untuk menyetor ke kantor. “Jika selama ini kadang dalam 5 hari baru di setor, jadi mulai sekarang setiap hari setor,” katanya.
Selain itu pihaknya, melihat capaian dari setiap petugas, jika pendapatan yang disetorkan menurun meski rajin berkantor tetap di berhentikan dari PTT, apalagi capaian selama sebulan di bawah 10 buku sesuai dengan lokasi penagihan.(cim)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

