Wabup Taliabu Lepas Kafilah MTQ

Penyerahan bendera MTQ dari Wakil Bupati Pulau Taliabu kepada ketua kafilah

BOBONG – Wakil Bupati Kabupaten Pulau Taliabu, Ramli resmi melepas peserta kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Pulau Taliabu yang diutus untuk mengikuti lomba MTQ tingkat Provinsi Maluku Utara (Malut) Ke XXIX di Kabupaten Pulau Morotai.

Pelepasan yang digelar di aula kantor Bupati Pulau Taliabu itu ditandai penyerahan bendera MTQ dari Wakil Bupati Pulau Taliabu kepada ketua kafilah Rabu (16/03/2022).

Berikut jumlah peserta kafilah MTQ asal Kabupaten Taliabu yang dilepas orang nomor dua kabupaten Pulau Taliabu siang itu untuk mengikuti lomba sesuai kategori :

Kategori Tilawah tingkat anak-anak terdiri dari 1 putri dan  putra, demikian juga tilawah tingkat remaja terdiri dari 1 putra dan putri. Sementara yang diutus kategori tartil Qur’an, terdiri dari 1 putra dan 2 putri, kategori kaligrafi kontemporer 1 putra.

Selain itu, pemkab Taliabu juga mengutuskan masing-masing 3 putra dan 3 putri untuk kategori lomba fahmil qur’an, sedangkan  kategori syarhil qur’an hanya 3 putra ditambah 3 official kafilah dan 1 pelatih sehingga jumlah keseluruhan peserta yang diutus sebanyak 19 orang.

Wabup Ramli, dalam sambutannya menyampaikan MTQ tingkat Provinsi Malut adalah suatu momen penting sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan yang diharapkan dapat meningkatkan dan mendorong semangat generasi muda dalam memahami, menghayati dan mengamalkan kandungan Al-qur’an.

“Dengan begitu dapat meningkatkan prestasi Kabupaten Pulau Taliabu dalam mengembangkan tilawatil quran,” ungkap Wabup dua periode itu.

Bagi mantan Kadiv Humas Polda Maluku Utara itu, tilawatil quran, memiliki dimensi yang luas dalam meningkatkan kegemaran membaca, mempelajari, mendalami, dan mengamalkan Al-quran, sehingga dapat membentuk pribadi yang berakhlakul karimah.

Untuk itu, ia menitip harapan besar kepada para Kafilah yang diberangkatkan mengikuti lomba MTQ tingkat Provinsi Malut agar dapat berdaya guna, bukan hanya sekedar tampil di ajang lomba sebagai Qori atau Qoriah terbaik, melainkan sebagai wahana yang bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat dan bangsa.

“Harapannya dapat memberi manfaat positif bagi pembentukan sumber daya manusia yang berakhlak mulia, dan memiliki kepribadian yang dapat berdaya guna bagi kemajuan pembangunan bangsa dan negara,” tandasnya. (bro/adv)

Berita Terkait