Abrasi Akibat Dari Penambangan Pasir

Aktivitas penambangan pasir di pantai Tanjung pinang

DARUBA – Tanjung pinang merupakan salah satu objek wisata yang pernah menjadi idola bagi wisatawan lokal saat menghabiskan waktu liburan di era tahun 2010-2016.

Wisata tanjung pinang terletak di antara desa Daeo, Kecamatan Morotai Selatan dan desa Sambiki Baru, Kecamatan Morotai Timur.  Objek wisata tersebut mulai diabaikan wisatawan ketika muncul objek wisata lain seperti tanjung gorango, air terjun raja, pantai nunuhu, dan yang terbaru tanjung amerika.

Hilangnya daya tarik wisatawan terhadap tanjung pinang bukan tanpa alasan. Hal ini disebabkan karena lokasi tersebut mulai diancam abrasi akibat adanya aktifitas penambangan pasir yang dilakukan perusahan proyek jalan.

Hal ini lantas disesalkan warga Kecamatan Morotai Timur. Warga menganggap Pemkab Morotai tak mampu menjaga lingkungan dengan baik. Yang paling disesalkan lagi, anggota DPRD dari dapil III seolah tutup mata dengan aktifitas pengambilan pasir tersebut. Padahal, dampak yang ditimbulkan cukup besar.

“Perusahan basar ini ambil pasir di Tanjung Pinang dekat jembatan dong pake alat berat baru mobil truk ukuran besar yang dong muat pasir itu, dong ambil so bertahun tahun,” ungkap Ketua Pemuda Desa Gamlamo, Sukardi kepada wartawan, Rabu (4/5/2022).

Menurut Sukardi, dampak abrasi dari proyek tersebut cukup besar di wilayah Tanjung Pinang. Bahkan mulai berdampak sampai ke desa yang ada di sekitarnya.

“Mohon di stop sudah, karena pohon kelapa warga maupun pohon-pohon penangkal ombak di pesisir pantai tanjung pinang sudah banyak yang tumbang,” kesalnya.

“Mulai dari kebun pantai tanjung pinang sampai ke kampong itu abrasi makin parah dan meluas. Ini sangat berbahaya dan mengancam rumah warga saat ombak pasang,” sambung Sukardi.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pulau Morotai, Siti S Marupey yang dikomfirmasi terpisah, belum menanggapi hingga berita ditayangkan.  Pantauan awak media aktifitas pengambilan pasir di pantai Tanjung Pinang, tepatnya di samping jembatan masih terus dilakukan. Bahkan kebun pohon kelapa hingga pepohonan di tepi pantai banyak yang jatuh karena abrasi pantai.

Dilokasi tersebut pengambilan pasir menggunakan eksavator dan mobil truk berukuran besar. Disekitar lokasi pepohon sudah banyak yang tumbang. (fay)

Berita Terkait