TERNATE – Pada akhir tahun ini kawasan yang ada di sepanjang tapak II yang ditempati pedagang kuliner (pisang goreng) tepatnya di sisi timur Kelurahan Makasar Timur kecamatan Ternate Tengah, dipastikan sudah tertata dengan baik. Pasalnya, Balai Prasana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara Kementrian PU melakukan penataan kawasan tersebut melalui program peningkatan kualitas pemukiman kumuh.
Dimana kawasan itu akan ditata sehingga lebih baik ke depan, dan dibuatkan anjungan untuk pedagang kuliner dengan sistem tiang pancang. Untuk itu pada Selasa (14/6/2022) kemarin Wali Kota bersama Kepala BPPW Malut, melakukan peletakan batu pertama pelaksanaan tiang pancang yang dihadiri Kepala BWS Malut, perwakilan Kesultanan Ternate dan pimpinan OPD serta warga sekitar.
Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman menyampaikan, apresiasi kepada Balai Permukiman Wilayah Malut yang sudah bersama dengan Pemkot Ternate, dan terus berkolaborasi untuk menata sejumlah kawasan kumuh termasuk di Makasar Timur yang berada tepat dipusat kota.
“Karena dengan keterbatasan anggaran maka kami bergandengan tangan dengan Kementrian PU untuk melakukan perbaikan, revitaliasasi kawasan kumuh yang mengganggu estetika kota Ternate,” katanya.
Penataan kawasan ini kata dia, bukan hanya disepanjang pantai Makasar Timur tapi juga pemukiman. “Kami menyampaikan terima kasih atas kerja kerasnya, sehingga berbagai hambatan dan tantangan bisa dilewati bersama, serta tidak lepas dari peran serta masyarakat Kota Ternate,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala BPPW Malut Firman Aksara mengatakan, untuk penanganan kawasan Makasar Timur bukan hanya dilakukan di sepanjang pantai, namun juga sudah ada perkerjaan dipemukiman, dia berharap aka nada perubahan estetika Kota Ternate terutama disepanjang pantai.
“Harapan saya, karena biasanya kami hanya membangun tapi lupa untuk pemeliharaan dan perawatannya, intinya asset yang kita bangun dikelola dengan baik karena nantinya akan kita serahkan ke Pemda, insya Allah pada bulan Oktober nanti kalau tidak ada perubahan,” sebutnya.
Dia memastikan, kalau penataan sisi timur dari Kelurahan Makasar Timur ini tidak dilakukan reklamasi, sebab menggunakan system pancang.
“Nanti akan kita bangun 32 lapak, kalau peruntukannya kami tidak sampai kesitu. Sebab kami hanya membangun infrastrukturnya dan masalah pengelolaan, pemelirahaan dan perawatannya nanti itu Pemda Kota Ternate,” katanya.
Untuk penataan kawasan tersebut dengan dibangun lapak diatas anjungan itu menurut dia, dialokasikan anggaran sebesar Rp 19 milyar lebih, sebelumnya penataan ini sudah melalui lelang tiga kali dan gagal.(cim/*)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

