Bidik Pengakuan Dunia, Waktu Dekat Pemkot Daftarkan Ternate Kota Rempah ke UNESCO

Rapat Bersama Pimpinan OPD (Foto Ongki Humas)
Rapat Bersama Pimpinan OPD (Foto Ongki Humas)

TERNATE- Setelahbranding Ternate Kota Rempah mendapat pengakuan dari negara setelah Pemkot Ternate mendapat sertifikat hak kekayaan intelektual (HAKI) yang ditandai dengan penyetahan sertifikat merek dari Kementrian Hukum dan HAM, namun hal itu jadi penyemangat bagi Pemkot Ternate agar bnranding Ternate Kota Rempah ini mendapat pengakuan dunia, untuk itu Pemkot Ternate dalam waktu dekat ini berencana mendaftarkan branding tersebut ke UNESCO, hal ini ditegaskan dalam rapat evaluasi yang dipimpin Wali Kota Ternate dan Sekda Kota Ternate pada Rabu (31/8/2022) kemarin.

Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Ternate Agus Fian Jambak usai rapat mengatakan, dalam rapat itu Wali Kota menekankan sejumlah hal, untuk jadi perhatian OPD. Dimana dalam rapat itu juga Wali Kota memberikan apresiasi panitia HUT RI sehingga pelaksanaan upacara berjalan lancar.

Dalam rapat itu juga kata Agus, Wali Kota juga memperkenalkan sejumlah pimpinan OPD yang baru dilantik, diantaranya Kepala Dinas PUPR dan Kepala Dinas Perkim. “Pak Wali Kota juga berpesan agar terus dilakukan kolaborasi dan sinergitas di semua OPD,” katanya.

Menurut dia, pada kesempatan itu juga Wali Kota menyinggung terkait dengan prestasi Kota Ternate mendapat penghargaan HAKI Ternate Kota Rempah, dengan capaian ini diaingatkan agar prestasi itu bukan hanya menjadi tanggungjawab OPD terkait.

“Jadi ini menjadi tanggungjawab seluruh OPD untuk mensosialisasikan ini, tidak hanya dinternal tapi juga di eksternal Pemkot Ternate,” ungkapnya.

Dikatakan mantan Sekretaris Bawaslu Kabupaten Kepulauan Sula ini, setelah ini Pemkot Ternate akan lebih fokus untuk mendapat pengakuan dari UNESCO, dan saat ini dalam tahapan persiapan. “Jadi setelah terinternalisasi, kita akan daftarkan untuk mendapat pengakuan UNESCO, sehingga ketika ada iven yang berkaitan dengan Rempah maka Kota Ternate juga masuk didalamnya,” sebut dia.

Lanjut dia, makanya hal ini diingatkan untuk berkolaborasi seluruh OPD di Pemkot Ternate, sehingga Ternate Kota Rempah hal ini bukan jadi tanggungjawab Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Bappelitbangda tapi butuh peran semua OPD. Dan seluruh OPD diminta pada setiap pojok kantor dibuatkan pojok rempah terutama OPD yang berkaitan dengan pelayanan umum.

“Dimana pusat perbelanjaan dan pusat pelayanan itu harus ada aroma rempah yang muncul disitu, dan itu sudah harus dimulai saat ini karena sudah diintruksikan oleh pak Wali ke semua OPD, dimana pimpinan OPD harus memaksimalkan Ternate sebagai Kota Rempah yang diakui dunia,” terangnya.

Agus mengatakan, terkait konsep Ternate Kota Rempah ini, Wali Kota direncanakan dalam waktu dekat ini diundang untuk presentasi di Sekretariat Negara.

Selain itu rapat yang dipusatkan dilantai 3 kantor Wali Kota ini, para OPD pengelola PAD diminta untuk lebih maksimal menggenjot PAD. “Jadi disisa akhir tahun 2022 ini, OPD harus lebih maksimal menggenjot PAD. Karena setiap bulan nanti akan dilakukan evaluasi dari pak Wali,” tegasnya.(cim)

Berita Terkait