Kota Ternate Urutan Terakhir Capaian Imunisasi Campak Rubela

TERNATE Bulan imuniasi anak nasional (BIAN) yang merupakan salah satu program pemerintah sebagai upaya pencegahan penularan penyakit campak dan rubella, dengan cara pemberian imunisasi secara masal pada sasaran yang ditentukan, dengan usia 9 bulan sampai 12 tahun.

Namun hingga kini capaian imunisasi di Kota Ternate baru 27 persen dari jumlah sasaran 44.134 anak, hal ini kemudian menempatkan Kota Ternate pada posisi paling rendah dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara sesuai data Dinas Kesehatan Kota Ternate tertanggal 29 Agustus 2022. Karena dari jumlah sasaran imunisasi yang tersebar pada 11 puskesmas dalam wilayah Kota Ternate yang sudah diimunisasi sebanyak 12.544 sementara yang belum diimunisasi sebanyak 31.590 anak.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate dr. Muhammad Sagaf mengatakan, pemberian imunisasi campak sebelumnya merupakan imunisasi rutin yang sudah diberikan saat anak berusia 9 bulan dan lanjutan saat anak berusia 24 bulan (2 tahun).

“Adanya pandemi Covid 19 mengakibatkan pelaksanaan Imunisasi rutin selama 2 tahun tidak berjalan optimal, sehingga terjadi penurunan cakupan Imunisasi rutin, baik itu imunisasi dasar maupun imunisasi lanjutan,” katanya pada Rabu (7/9/2022) kemarin.

Menurut dia, dampak dari penurunan cakupan tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan jumlah kasus Penyakit yang dapat  dicegah dengan Imunisasi (PD3I) seperti campak, rubella dan difteri.

“Campak merupakan penyakit yang menular (Infeksius) yang disebabkan oleh morbilivirus dan menular melalui saluran napas. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (Pneumoni), radang otak (ensifilitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian,” jelasnya.

Dikatakannya, rubella adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rubella,  virus ini kata dia, menular melalui percikan ludah yang ditandai dengan gejala awal seperti demam ringan, ruam makulopopulardan pembengkakan melalui kelenjar limfe didaerah leher dan belakang telinga.

“Rubella berupa penyakit ringan pada anak, tetapi bila menulari ibu hamil pada awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan,” sebutnya.

Sembari mengatakan, “Upaya dalam mencapai eliminasi campak rubella selain pada penguatan  imunisasi rutin, maka perlu dengan pemberian imunisasi tambahan campak-rubella yang sifatnya massal dan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya bagi sasaran prioritas yang telah ditetapkan,” kata mantan Kepala Puskesmas Moti ini.

Lanjut dia, pelaksanaan BIAN yang berlangsung sejak bulan Mei 2022 dari capaian Provinsi Maluku Utara, Kota Ternate dengan sasaran imunisasi tambahan campak rubella 45.572 (Estimasi) berada di urutan paling bawah dengan capaian 27 persen, dan urutan terakhir.

“Sesuai dengan data yang tersedia, jumlah sasaran prioritas anak 9 bulan sampai 12 tahun sebanyak 44.134 anak, tapi masih banyak anak yang belum imunisasi campak rubella sebanyak 31.590, angka ini belum mencapai target global rubella di Kota Ternate,” kata dia.

Dia menjelaskan, rendahnya capaian imunisasi ini disebabkan sejumlah faktor diantaranya, masih rendah tingkat kunjungan posyandu, penolakan orang tua agar anak diberikan imunisasi tambahan campak rubella dengan berbagai alasan saat pelaksanaan BIAN, kemudian kurang adanya penekanan dari pihak sekolah untuk mewajibkan setiap akan di imunisasi.

“Batas waktu pelaksanaan BIAN sendiri pada tanggal 13 September 2022, diharapkan pada sisa waktu ini Kota Ternate dapat memaksimalkan angka capaiannya,” tutupnya.(cim)

Berita Terkait