TIDORE – Pernyataan Syamsul Rizal yang merupakan salah satu Bakal Calon Walikota Tidore 2024, yang diduga berbau rasisme. Mendapat sorotan dari Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen.
Orang nomor dua di lingkup Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan ini, turut mengecam tindakan rasisme serta mengutuk keras pernyataan dari siapapun yang sengaja memecah belah persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat.
Meski begitu, Wawali menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat Kota Tidore, terutama warga yang tinggal di daratan Oba, agar tidak mudah terprovokasi dengan pernyataan tersebut.
Sehingga bisa diselesaikan melalui jalur hukum, apalagi saat ini, yang bersangkutan (Syamsul Rizal) telah di laporkan ke pihak Kepolisian Resort Tidore.
“Sebagai Wakil Kepala Daerah tentu saya tidak terima jika warga saya harus dihina, namun karena kita ini bernegara yang dilindungi dengan Undang-Undang, maka setiap persoalan yang terjadi, juga harus diselesaikan dengan aturan. Tidak boleh main hakim sendiri, biarlah pihak kepolisian bekerja sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Wawali, saat dikonfirmasi sejumlah media usai menerima kunjungan Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, di Sofifi, Rabu, (28/9/22).
Lebih lanjut, Wawali menyesalkan sikap yang ditunjukan Syamsul Rizal melalui pernyataan kepada warga Oba dan suku Sanger saat melakukan silaturahmi di Kelurahan Mareku, Kecamatan Tidore Utara, pada 23 September 2022 lalu.
Pasalnya, sebagai tokoh politik, Syamsul tidak harus menjatuhkan atau menghina golongan tertentu yang telah berkecimpung di Kota Tidore Kepulauan.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

