Insentif Imam dan Syara di Kecamatan Tidore Utara Diserahkan

Wakil Walikota Tidore menyerahkan insentif Imam dan Syara

TIDORE – Sebanyak 43 imam dan 249 staf badan syara se kecamatan Tidore Utara menerima insentif dari pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang bertempat di aula kantor camat Tidore Utara.

Penerimaan insentif tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen yang diterima oleh masing-masing perwakilan dari kelurahan.

Wakil Walikota Tidore Kepulauan dalam sambutannya mengatakan insentif yang diserahkan tersebut agak sedikit terlambat karena administrasi yang harus diselesaikan, karena penyaluran dana insentif syara ini ada pertanggung jawaban ke BPK.

“Menaik insentif ini menjadi visi dan misi saya dan pak Kapten. Ali ibrahim, namun di 3 tahun terakhir belum bisa dinaikan karena bencana non alam yakni covid 19, akhirnya semua daerah dipotong dananya ke pusat,  namun pada prinsipnya saya dan walikota tetap berkomitmen untuk tetap menaikan dana insentif,” ungkap Muhammad Sinen.

Namun dirinya bersama walikota baru masuk tahun ke enam kepemimpinan, dari awal melanjutkan insentif imam dan syara mulai dari 150 dan 175 di tahun 2015 hingga saat ini khusus imam sudah sampai 900 lebih.

“Mudah – Mudahan di tahun 2023 nanti kita sudah melewati musibah non alam ini, kita akan kembali menaikan insentif imam dan syara sampai masa jabatan kami akan tetap naik,” janjinya.

“Namun ini bukan membayar gaji, namun pemerintah daerah Ini menghargai tugas dan kewajiban imam dan staf syara di kelurahan, karena tugas yang diemban oleh imam dan syara sangat berat lebih berat dari tugas walikota dan wakil Walikota,” ucapnya.

Selain itu dirinya berharap agar imam dan staf syara jangan dicampur adukan dengan persoalan politik, karena jangan sampai gara-gara politik ada tetangga yang meninggal staf syara tidak hadir dalam pemakaman.

Dirinya juga meminta agar perbedaan dalam politik adalah hal yang biasa dilakukan dalam demokrasi, namun tugas imam dan staf syara adalah perintah agama, suka atau tidak suka ini perintah agama yang harus dilakukan.

“Saya meminta agar imam dan syara harus lebih mantap agar tidak terpengaruh dengan arus global yang masuk, seiring pengaruh dunia luar,”  tuturnya.

Sebagai kepala daerah dirinya bersama dengan Walikota, tetap dan terus berusaha agar insentif dari imam dan syara tetap naik. Agar imam syara harus menjadi tauladan di setiap kelurahan.

“Jika saya menyampaikan hal yang lebih imam dan syara wajib menegur agar tidak menimbulkan fitnah di kemudian hari, dan tidak menyudutkan pihak-pihak tertentu dan tidak menyinggung perasaan orang lain,” ujarnya.

Sementara Kepala Bagian Bina Kesra Sahnawi Ahmad dalam kesempatan yang sama juga menjelaskan para staf syara lebih meningkatkan kerjanya, dan lebih tertib dalam administrasinya.

“Saya berharap agar staf syara dan lurah agar bisa bekerja sama agar administrasinya bisa diselesaikan secara cepat karena cepat atau tidaknya pencairan tergantung administrasi yang disampaikan,” ujarnya.

Sahnawi juga menjelaskan untuk tahun ini insentif imam dan syara mengalami kenaikan sebesar Rp.50.000 sehingga imam mendapatkan insentif sebesar Rp.975.000 dan Syara sebesar Rp.785.000.

Perlu diketahui rapat penerimaan insentif imam dan staf syara tersebut di pimpinan langsung oleh Camat Tidore Utara Ade Soninga dan dihadiri lurah dan kades se kecamatan Tidore Utara. (ute)

Berita Terkait