Harga Kopra di Halmahera Utara Mulai Naik 

Petani Kelapa

TOBELO – Petani Kelapa di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) mulai bisa tersenyum,  ini setelah harga komoditi kopra mulai menunjukan kenaikan.  Kenaikan harga kopra ini berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Halut terhadap 15 pengusaha yang membeli komoditi kopra. 

Kepala Disperindag Halut Nyoter Koenoe menyebutkan, kenaikan harga kopra sesuai pemantauan sudah mencapai Rp 6.500 perkilonya. Sebelumnya, harga kopra dibeli pengusaha kopra Rp 5.000 perkilonya. “Iya, untuk saat ini harga kopra telah menunjukkan kenaikan hingga Rp 6.500 perkilonya. Sementara dari 15 pengusaha membeli bervariasi mulai dari Rp 6.100 – 6.500 perkilonya,” jelasnya kepada media ini, Senin (07/11/2022). 

Nyoter juga menjelaskan, dalam pemantauan harga komoditi itu, juga dilakukan dalam pembelian cengkeh, pala, fuli dan coklat, bahkan untuk harga sembako dan juga barang penting lainnya. “Untuk harga komoditi kopra dan komoditi lainnya akan terus dipantau oleh Disperindag sehingga pengusaha tidak membeli komoditi sesuai dengan semaunya tetapi berdasarkan dengan harga yang benar-benar di pasaran,” ujarnya. 

Untuk harga rempah lainnya, juga dipantau Disperindag dengan menerjunkan staf ke pasar di kota Tobelo. “Kita berdoa saja, sehingga kenaikan harga kopra dapat dipastikan akan terus naik hingga Desember nanti,” harapnya.(fer)

Berita Terkait