Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Republik Indonesia Taufik Madjid yang juga selaku Ketua Bidang Seni Budaya dan Olahraga Bahari Sail Tidore 2022 dalam sambutannya mengatakan, Sail Tidore adalah momentum untuk menjaga kesinambungan proses pemulihan ekonomi, proses untuk membangkitkan roda ekonomi masyarakat dan kehidupan sosial kemasyarakatan lainnya.
“Melalui Sail Tidore, kelestarian sejarah yang pernah ada dan besar di Tidore, tugas dan tanggungjawab kita untuk melestarikan itu, apa saja yang tersembunyi di bawah laut Soasio dan Tongowai ? ada benda, orang harus datang ke Kota Tidore, Maluku Utara untuk bisa menikmati itu, ada meriam, diproduksi oleh Makau terbaik pada masa itu, tenggelam di Tongowai dan Soasio,” ucap Taufik.
Taufik menambahkan, selain itu ada juga peninggalan barang pecah belah dari dinasti ming dibawah laut Soasio dan Tongowai, menandakan bahwa dulu Tidore menjadi ketertarikan Eropa dan China pada jalur sutra, yang dibuktikan dengan peninggalan bawah laut itu, ini merupakan daya tarik yang luar biasa.
“Saya sebagai putra daerah Tidore berterima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan adanya kegiatan ini dan sebagai orang Tidore harus bangga, ini momentum Sail, kita kembali melakukan satu ikhtiar, jangan selesai sampai pada acara puncak tanggal 26 November saja, akan tetapi terus berkembang sampai kapanpun,” imbuh Taufik.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan yang diwakili oleh Sekretaris BRSDM KP Dr. Kusdiantoro dalam sambutannya mengatakan, lomba foto bawah laut atau underwater photography competition explore Soasio Tongowai, diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari beberapa Kabupaten/Kota/Provinsi di Indonesia.
“Underwater photography competition ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Sail Tidore, yang akan berlangsung selama 5 hari, terhitung dari tanggal 20 hingga 25 November 2022, pembukaan di Aula Sultan Nuku Kantor Wali Kota dan besok (hari ini) akan dilanjutkan dengan pelepasan peserta oleh Wakil Walikota Tidore di Museum Sonyinge Malige Kelurahan Soasio,” ucap Kusdiantoro.
Pembukaan diakhiri dengan penyematan tanda pengenal kepada perwakilan peserta, yang terdiri dari Provinsi Sumatera Utara, Yogyakarta dan Kota Tidore Kepulauan, kemudian dilanjutkan dengan dokumentasi foto bersama serta penyerahan cendramata. (hms)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
