WEDA – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) saat ini telah bergerak untuk menekan angka inflasi.
Beberapa hari terakhir tim TPID melakukan koordinasi dan turun ke lapangan untuk mengecek data harga konsumen.
Terkait hal itu menurut anggota TPID Halteng Husain Ali yang juga Asisten I mengatakan, saat ini masing-masing SKPD telah bergerak di lapangan melakukan survei.
“Dari data survei di lapangan dari masing-masing SKPD itu Pemkab bekerja sama dengan BPS Halteng untuk membuat link agar menginput data tersebut,” ucap Husain.
Husain mengatakan data harga itu yang akan menjadi acuan pemerintah daerah mengambil kebijakan atau intervensi harga. Misalnya ada terjadi kenaikan harga beras, dari hasil survei itu menjadi pertimbangan harga beras itu naik karena apa, apakah stok langkah ataukah beli di luar Jawa atau seperti apa.
“Dari data itu pemerintah melakukan intervensi, apakah menyediakan stok beras atau operasi pasar dan sebagainya,” ujarnya. “Jadi Pemda tidak serta merta-merta mengeluarkan kebijakan tanpa mengetahui data di lapangan,” jelasnya.
TPID terdiri dari SKPD bidang ekonomi, yaitu Perindagkop dan UKM, Ketapang, Pertanian, Ekbang dan Perikanan. “Jadi SKPD tersebut yang nanti suplai data, dan setiap hari mereka harus menyediakan data di lapangan,” akunya.
Dikatakannya setiap hari setiap komoditas bahan pokok itu di input data oleh tim pengendali inflasi daerah, dari data itu tim bisa melihat, apakah ada terjadi kenaikan harga atau tidak. Kalau ada kenaikan harga, misalnya ada kenaikan minyak goreng itu tim survei langsung melapor penyebabnya kurang atau distribusi terhambat karena cuaca.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

