Kehadiran Prof. Yohanes Bukti Dedikasi IMS Terhadap Halteng 

Dirinya berterimakasih kepada Prof Yohanes dan tim. Dalam kesempatan itu juga Pj Halteng pun berkomunikasi dengan salah satu tim Prof Yohanes dari Bangli dengan menggunakan bahasa Bangli. “Karena saya pernah tugas di Bali jadi saya tahu bahasa Bangli,” tutur Ikram.

Hal itu, Ikram bermaksud ingin menggambarkan bahwa di Halteng juga harus berpikiran nasionalis. Sehingga tidak terkungkung dengan Halteng saja (terkungkung dengan Weda, Patani dan Gebe). 

“Saya mau menggambarkan di Halteng bahwa kita itu orang nasionalis, jangan bapak ibu terkungkung dengan Halteng (terkungkung dengan Weda, Patani dan Gebe) gak akan maju kita,” terang Ikram.

Ikram juga mengabarkan bahwa kedepan akan ada Permendagri yang menugaskan kepala daerah untuk melaksanakan metode Gasing. 

“Jadi di Halteng, Permennya belum keluar, kita sudah melaksanakan metode gasing,” sahutnya disambut tepuk tangan.

“Tim guru dari berbagai daerah ini mau datang di Halteng dan mau mengajari anak-anak kita disini. Ngapain kita disini pikirkan Weda, Patani, Gebe. Buang itu semua, karena tidak ada guna, untung ngoni dapa Ikram Sangaji, kalo ngoni dapa orang lain akan tara bagini,” tandas Ikram.

Nanti kata Ikram program Gasing ini tidak akan berhenti dan terus berlanjut. Dirinya siap mengeluarkan anggaran berapa saja untuk kepintaran anak-anak Halteng.

“Sudahlah, cerita-cerita proyek yang tidak masuk akal itu, stop,” tegasnya. Lebih lanjut Ikram mengatakan inilah kesempatan menunjukkan Halteng itu lebih maju dan berkembang dari daerah lain di Maluku Utara.

Untuk itu 30 orang guru yang mengikuti metode gasing akan dipilih 10 orang dan akan siapa dibawa kemana saja, ke luar negeri pun saya biayai yang penting untuk menunjukan Halteng ini hebat. 

Berita Terkait