Komunitas Pinggir Pante Kota Tidore Gelar Penanaman Terumbu Karang

“Mari kita bersama-sama menjaga alam kita, karena “Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi”, Ayo generasi muda Tidore tunjukkan aksimu dengan ikut memberikan kontribusi aktif atas kebersihan lingkungan dan menjaga alam dengan sebuah hasil nyata di masa depan, Ingat apa yang kita lakukan hari ini, akan menjadi sebuah kisah untuk generasi penerus, berikan kisah yang terbaik dan jadilah tokoh terbaik dalam kisah sejarah di masa depan,” ajak Abdul Hakim

Sementara, Ketua Panitia Aprianto Siokona dalam laporannya mengatakan, Komunitas pinggir pante sadar terhadap lingkungan yang lestari, karena sejak 2018, tetap konsisten dan tetap hadir sebagai kumpulan pemuda pemudi melawan yang basis etika antroposentrisme yang cukup mengakar saat ini, sehingga Etika antroposentrisme terlalu mengagungkan bahwa etika hanya berlaku untuk manusia, tidak untuk alam biotik dan abiotic.

Namun etika ini lalu menciptakan hubungan dominasi manusia terhadap alam, yang berujung pada eksploitasi besar-besaran alam untuk kepentingan manusia dalam jangka pendek. Maka sudah tugas pemuda yang menjadi sumber nilai bagi tindakan kolektif, tentu sangat baik lagi jika instrumen pemerintah dan kebijakan mampu mengatasi bahkan melindungi laut.

Aprianto berharap, kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan,  tidak hanya sebatas seremonial saja sehingga akan memberikan manfaat lebih bagi ekosistem, lingkungan di wilayah kota Tidore.

“Mari kita bersama menjaga kelestarian lingkungan, sebagai bentuk tanggung jawab bersama, karena saya yakin jika penanaman ini berhasil dan terus dikembangkan, tidak hanya akan menghasilkan ekosistem laut, melainkan juga dapat berpotensi sebagai sumber pangan dalam pengembangan terumbu karang dan hal positif lainnya,” ajak Aprianto. 

Pewarta : Humas Pemkot Tidore
Editor : Zulkifli Hi Saleh

Berita Terkait