Disperindag Halut Akui Adanya Keluhkan Sepi Pembeli

Pasar baru Wosia Halut

TOBELODinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Halmahera Utara menyebutkan, daya beli masyarakat di sejumlah pasaran Tobelo mulai mengeluh kurangnya pendapatan. Hal tersebut terjadi lantaran sejumlah pembeli lebih banyak mendatangi pasar Rawajaya dan pasar Wosia.

Kepala Disperindag Halut, Nyoter Koenoe menyebutkan, dalam pantau pasar yang dilakukan pihaknya, terjadi penurunan daya beli masyarakat di sejumlah pasar dalam kota Tobelo. Tak hanya itu, dua pasar yakni pasar Rawajaya dan pasar Wosia lebih banyak dikunjungi pembeli lantaran harga masih lebih terjangkau. Sementara pasar Modern mulai sepi dari pembeli.

“Iya sesuai data resmi Disperindag daya beli masyarakat sementara mengalami penurunan. Bahhan pembeli lebih banyak ke pasar Wosia dan pasar Rawajaya karena harga masih terjangkau. “ Kalau pasar modern jauh menurun daya beli,” jelasnya kepada media ini, Senin (02/10/2023).

Sementara itu, Ci Ita salah satu pedagang di pasar Wosia menyebutkan, untuk daya beli masyarakat memang terjadi penurunan meski banyak dikunjungi. Untuk hasil jualan seperti sembako dan rempah masih terjangkau sehingga masyarakat lebih memilih berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar wosia. “Untuk kunjungan pembeli ke pasar wosia masih lumayan karena harga yang dijual masih dijangkau pembeli,” tuturnya.

Sedangkan Oli salah satu warga di kecamatan Tobelo Tengah menuturkan, dirinya lebih memilih berbelanja di pasar Rawajaya dan Wosia karena harga yang ditetapkan pedagang masih terjangkau. “ Kalau di tempat lain, harga sudah hampir dua kali lipat sehingga kami masih lebih memilih berbelanja di kedua pasar yakni Rawajaya dan Wosia,” terangnya.

Pewarta : Ferdinand LMP
Editor : Mahmud Daya

Berita Terkait