Sementara, ketua penyuluh pertanian Tidore Timur Misto Mahifa mengatakan, kendala yang saat ini dialami oleh para penyuluh di setiap kecamatan pada dasarnya semua keluhan para petani itu sama, karena pada musim kemarau saat ini kebutuhan air berkurang, sehingga para petani membutuhkan pasokan air untuk tanaman.
“Karena rata-rata para petani saat ini lebih memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayuran caisim maupun sayuran lainnya, apalagi petani kita yang berada di pegunungan mereka sangat terkendala dengan air karena musim kemarau, ada petani tomat yang ketika menanam satu bungkus bibit tomat dengan kondisi seperti ini pada produksi panen pun akan mengalami penurunan atau gagal panen.” kata Misto.
Selain itu, para penyuluh juga meminta persediaan obat-obat tertentu sehingga dapat mengatasi permasalahan yang ada di lapangan. (hms)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
