“Secara umum, komoditas yang paling sering menyumbang andil inflasi sepanjang Februari 2018-2023 adalah beras, bawang putih, cabai merah, bawang merah, cabai rawit, ikan segar dan daging ayam ras. Dilaporkan juga dalam rakor ini, secara nasional, dari 68,14% kabupaten/kota di Pulau Sumatera yang mengalami kenaikan IPH, kenaikan harga tertinggi di Ogan Komering Ulu Selatan dengan nilai 4,28 %. Komoditas penyumbang andil terbesar kenaikan IPH untuk 10 wilayah kabupaten Kota didominasi oleh cabe merah, daging ayam ras dan beras,” papar Tohir.
Tohir menekankan, menjelang Ramadhan yang hanya tinggal beberapa hari saja lagi pemerintah daerah perlu mewaspadai inflasi dan memastikan agar masyarakat dapat memperoleh pasokan yang cukup.
“Kepada semua pihak untuk dapat membantu pemerintah pusat melakukan monitor setiap minggu, dan jika perlu setiap hari. Agar, angka inflasi di Indonesia tidak naik secara drastis dan berdampak pada melambungnya harga yang menyebabkan efek domino ke masyarakat,” tegas Irjen Kemendagri, Tohir.
Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain usai mengikuti Rakor tersebut mengatakan, ada beberapa hal yang harus ditindaklanjuti sebelum memasuki bulan Ramadhan, salah satunya yaitu terkait rekomendasi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), sesuai release dari BPS, IPH Kota Tidore Kepulauan kurang lebih minus 2,2, yang punya andil untuk Kota Tidore Kepulauan , yaitu Cabe Rawit, Jeruk dan Cabe merah.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
