Pegawai BPBD Ternate Diduga Bikin Cemas Warga

TERNATE Salah satu pegawai di BPBD Kota Ternate bikin cemas warga Kota Ternate atas pernyataan yang beredar melalui pesan mesia sosial terutama jejarinf WhatsApp, sejak Kamis (18/4/2024) hingga Jumat (19/4/2024).

Dalam pesan berantai itu pegawai BPBD tersebut menyampaikan informasi akan adanya letusan besar Gunung Gaamalama yang membuat warga makin cemas.
Bahkan dalam pesan berantai melalui video berdurasi 1 menit 7 detik itu yang bersangkutan menyampaikan ke warga akan terjadi letusan besar yang bisa menyebabkan Danau Tolire Besar ke dua.  

Ada potensi gunung meletus dalam skala besar, bahkan prediksi jadi tolire besar k 2. Dapat data dari bmkg bandung terkait gunung yang d sulawesi pica tu,,kong torang juga dapa sinyal dari pusat BMKG Bandung untuk waspada,” sebutnya dalam video.

Kemudian, dalam pesan yang ramai dibagikan itu disebutkan saat ini Pemkot bersama instansi terkait tengah rapat membahas persiapan evakuasi.

“Makanya itu dorang so rapat untuk jalur evkuasi,,ada mo rapat bersama pak wali. Jadi jang tidor sono,” katanya lagi.

Menanggapi informasi yang beredar itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), memastikan bahwa kabar tersebut hoaks.

“Tidak ada [peringatan erupsi besar Gunung Gamalama]. Itu hoaks,” kata Kepala Tim Pengamatan Gunung Api PVMBG, Heruningtyas Desi Purnamasari, Kamis (18/4/2024).

Namun, PVMBG mencatat ada peningkatan gempa vulkanik di Gunung Gamalama, Maluku Utara, pada Rabu (17/4). Dari rentang pukul 00.00-20.30 WIT, terekam ada 22 kali gempa vulkanik yang terjadi.

Peningkatan gempa vulkanik dalam ini menunjukkan peningkatan tekanan dalam tubuh Gunung Gamalama akibat meningkatnya aktivitas magmatik,” jelas Desi.

Berdasarkan data pengamatan visual tanggal 17 April 2024, terlihat ada hembusan asap kawah putih tebal setinggi 100 meter dengan angin lemah-kencang ke arah utara. Status gunung api ini masih ‘Waspada’.

“Secara umum, aktivitas Gunung Gamalama tanggal 1 Januari 2024 hingga 17 April 2024 pukul 20.30 WIT cenderung fluktuatif dan masih didominasi oleh gempa hembusan, gempa vulkanik dalam, gempa tektonik lokal, dan gempa tektonik jauh yang berkaitan dengan aktivitas tektonik regional di sekitar Kepulauan Halmahera,” lanjutnya.

Namun, PVMBG tetap merekomendasikan agar warga dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah utama Gunung Gamalama.

Saat masuk musim hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di kawasan puncak Gunung Gamalama untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman baha sekunder berupa aliran lahar.*
Editor : Redaksi

Berita Terkait