12 perahu kora-kora tersebut terdiri dari Sangaji Laisa, Sangaji laho, Gimalaha Tuguiha, Gimalaha Tomalou, Gimalaha Mare, Gimalaha Tongowai, Gimalaha Banawa, Gimalaha Dokiri, Gimalaha Gamtohe, Gimalaha Tomanyili, Gimalaha Tahisa, dan Gimalaha Tomaidi
Ritual Lufu kie dimulai dari Jou Sultan Tidore Husain Alting bersama Jou Boki, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Hj Rahmawati Muhammad Sinen, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen bersama Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Sumiyati Ahmad Laiman.
Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Tidore Hj Nuraen Ismail Dukomalamo, Ketua DPRD Kota Tidore H Ade Kama, Forkopimda Kota Tidore bersama bobato kesultanan berjalan kaki menuju dermaga kesultanan untuk memulai ritual lufu kie yang dimulai dari dermaga kesultanan untuk mengelilingi pulau Tidore.
Pada Saat Ritual Lufu Kie juga dilaksanakan pembacaan Doa oleh para imam dan syara bobato kesultanan Tidore pada beberapa titik tertentu di sepanjang pulau Tidore.Selain kagunga dan juanga, Lufu Kie juga diikuti simpatisan dari gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat dengan menggunakan armada speedboat. (hms)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
