Hak Belum Dibayar, GPLT Gelar Unjuk Rasa di Depan Gerbang PT NHM

TERNATE – Gerakan Pekerja Lingkar Tambang (GPLT) menggelar unjuk rasa di depan frontgate atau gerbang utama PT. Nusa Halmahera Mineral (NHM). Aksi tersebut dilakukan guna memperingati hari buruh internasional atau May Day.

Demonstrasi yang dilakukan oleh karyawan yang statusnya sudah dirumahkan serta mantan karyawan itu menuntut agar PT NHM segera membayar upah buruh, bayar THR, bayar BPJS, bayar pesangon.

“Kami menuntut hak-hak kami yang selama ini belum juga dibayarkan oleh pihak perusahaan, pesangon eks karyawan juga belum dibayarkan, tunjangan akhir tahun 2023 baru diberikan 50 persen,” kata Ketua GPLT, Abet Nego, Kamis (1/05/2025)

Tidak hanya itu, ia juga mengaku, gaji karyawan dari bulan Maret, April hingga Mei 2024 termasuk THR juga belum dibayarkan. Selain itu, tunjangan akhir tahun 2024 sebesar 100 persen juga sampai saat ini masih tertunggak.

“Belum juga selesai persoalan tersebut. Muncul lagi persoalan baru yang mana ketidakjelasan slip gaji dan pembayaran THR 2025 yang masih samar-samar,” tegasnya.

Abed menambahkan, selama ada permasalahan sebagai buruh atau pekerja, tiga serikat buruh lainnya tidak pernah untuk membela mereka atau menjadi agen control terhadap perusahaan, malah ketiga serikat tersebut cenderung membela perusahaan.

“Untuk itu kami dengan tegas mengakatan mosi tidak percaya terhadap ketiga serikat pekerja yang berada di PT. NHM. Kami meminta agar PT. NHM hentikan kriminalasi terhadap buruh yang menanyakan hak-hak mereka namun berakhir dilaporan polisi,” tandasnya.(cr-02)

Berita Terkait