Operasi Pencarian Dua Nelayan Asal Bitung Resmi Ditutup

TERNATE – Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate resmi menutup operasi pencarian terhadap dua Anak Buah Kapal (ABK) Km. Cahaya Timur 02 yang terbalik di perairan Pulau Doi, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada 07 Juli 2025 saat memancing ikan.

Pencarian terhadap korban telah dilakukan selama tujuh hari dengan melibatkan unsur terkait, baik dari Basarnas Pos SAR Tobelo, Pos TNI AL Tobelo, Pos Polair Tobelo, KPLP Dama, Km. Mitra Sejati, Pemdes Dama, dan pemilik Km. Cahaya Timur.

Namun hingga hari ketujuh, dua korban tersebut belum juga ditemukan oleh tim pencarian, sehingga operasi SAR ditutup sesuai standar operasi prosedural (SOP) Basarnas dan korban dinyatakan hilang,” kata Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani, Senin (14/06/2025) malam.

Iwan mengaku, pada hari ke tujuh tim SAR gabungan sudah melakukan pencarian dari pagi hingga sore hari dengan luas area pencarian hingga -+ 256 Nm dari lokasi kejadian hingga perairan Pulau Morotai namun hasil masih tetap nihil.

“Kami telah menginformasi kepada masyarakat serta nelayan dan kapal-kapal yang melintas di area kejadian agar dapat melapor ke Basarnas apabila melihat maupun menemukan korban,” ungkapnya.

Iwan menambahkan, tim SAR gabungan juga telah melakukan koordinasi dengan pemilik kapal yang sekaligus mewakili pihak keluarga korban dengan kesimpulan telah mengikhlaskan dan korban dinyatakan hilang.

Selanjutnya, operasi SAR dinyatakan selesai serta seluruh unsur yang terlibat di kembalikan kesatuannya masing-masing dengan ucapan terimakasih. Selama proses pencarian tim mengalami kendala akibat cuaca yang tidak memungkinkan.

“Sementara Alut dan Palsar yang digunakan selama proses pencarian terhadap dua korban tersebut di antaranya, RIB 03 Tobelo, Km. Mitra Sejati, peralatan evakuasi, peralatan komunikasi dan peralatan medis,” pungkasnya.

Sekadar informasi, kronologi kejadian pada 05 Juli 2025 pukul 22.00 WIT, KM Cahaya Timur 02 berangkat dari Kota Bitung menuju fishing spot di perairan sekitar Pulau Doi, Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara untuk memancing ikan tuna.

Kemudian pada tanggal 07 Juli 2025 sekitar pukul 19.00 WIT saat memancing terjadi cuaca buruk sehingga membuat kapal miring ke kiri dan ABK memposisikan diri ke sebelah kanan mencoba untuk mengimbangi kapal tapi tidak berhasil.

Selanjutnya 12 orang ABK lompat dan naik ke atas sekoci kemudian hanyut terbawa arus dan mencoba mencari bantuan, sementara 2 orang korban masih berada di atas kapal. Selanjutnya pada tanggal 07 Juli 2025 pukul 21.00 WIT, setelah mendapatkan kapal bantuan dari Km. Mitra Sejati.

Kru kapal yang selamat mencoba kembali mencari 2 orang rekan yang diduga masih berada di atas kapal, namun setelah kapal ditemukan, korban sudah tidak ada dan posisi kapal sudah terbalik,sehingga pemilik kapal melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Ternate meminta perbantuan SAR.

Diketahui, dua korban yang belum ditemukan adalah Wintoro (35) asal Kota Bitung jenis kelamin laki-laki, Taufik (23) asal Kota Bitung jenis kelamin laki-laki. Sementara 14 korban yang ditemukan diantaranya, Yan Junaidi, Yanto Puyo.

Kemudian, Koneng Tingkae, Efren Sasia, Damrin Uyat, Ridwan, Medelu Papea, Roldan Bawinto, Feki Mangadil, Riki Tatehu, M. Imam Supandi, Melbert Bonajos, Tata. Satu ABK lainnya belum diketahui identitasnya.(cr-02)

Berita Terkait