TERNATE – City Sanitation Summit (CSS) resmi dimulai, CSS merupakan forum pertemuan untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan terhadap kegiatan sanitasi, untuk selanjutnya membangun kemitraan serta mendorong upaya advokasi, promosi, dan kampanye pembangunan sanitasi di daerah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas tahun 2045.
Pada CSS XXIII tahun 2025 ini dipusatkan Kota Ternate, kegiatannya dimulai pada Jumat (29/8/2025) yang diawali dengan city tour dan dikuti delegasi dari berbagai daerah di Indonesia. Dilanjutkan dengan gala dinner untuk menjamu para kepala daerah dan delegasi yang hadir pada kegiatan CSS yang dipusatkan benteng Oranje Kota Ternate.
Kegiatan ini Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman didampingi Ketua TP PKK Kota Ternate Marliza M. Tauhid menjamu langsung para kepala daerah dan delegasi yang hadir di Kota Ternate, turut dihadiri pada kegiatan itu Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar, Forkopimda, Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly, para pejabat di Pemkot Ternat.
Kegiatannya berjalan sukses, pada tamu disuguhi kuliner khas Ternate, dengan pertunjukan teatrikal dan tarian kolosal.
Wali Kota Ternate mengatakan, pertemuan ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan wujud tekad bersama membangun kota yang sehat dan ramah lingkungan.
Dikatakan Wali Kota, benteng Oranje yang jadi lokasi gala dinner bukan hanya bangunan tua, tetapi saksi sejarah dunia.
“Jika dahulu menjadi pusat kendali perdagangan, maka hari ini kita jadikan sebagai pusat kendali komitmen menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di Kota Ternate,” katanya.
Wali Kota menyebut, CSS merupakan ruang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan komunitas untuk mengembangkan praktik sanitasi berbasis kota.
“Kita ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan sejarah dapat berjalan berdampingan dengan pembangunan berkelanjutan. Karena, sejarah Benteng Oranje mengingatkan kita bahwa peradaban besar yang lahir dari tata kelola yang baik, termasuk pengelolaan lingkungan dan sanitasi,” sebutnya.
Lanjutnya, benteng Oranje yang kini bertransformasi menjadi Creative Hub dipandang sebagai simbol perjalanan Ternate, dari warisan sejarah menuju masa depan yang hijau dan ramah lingkungan.
Dikesempatan tersebut, Wali Kota juga menjelaskan sejarah berdiri benteng Oranje, kata dia bangunan tersebut berditri atas aeizin Sultan Ternate, kemudian dikuasai Belanda pada 1607. Sepanjang sejarahnya, benteng Oranje pernah menjadi pusat pemerintahan VOC, penjara, barak militer, hingga tempat pengasingan tokoh nasional, termasuk Sultan Mahmud Badaruddin II dari Palembang yang wafat di Ternate pada 1852. Kemudian, pada tahun 2018, benteng ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional melalui SK Mendikbud RI Nomor 322/M/2018,”terangnya.
Wali Kota juga menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan CSS ke-23 di Kota Ternate.
“Saya berharap dari Benteng Oranje lahir gagasan besar dan komitmen kuat untuk mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, selaras dengan nilai sejarah dan budaya yang kita miliki hari ini,”pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Dadang Supriatna menyampaikan, gala dinner ini sangat spesial karena disajikan makanan khas Ternate.
Dadang juga menyampaikan, apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota atas jamuan gala dinner kepada para peserta CSS lainnya.
Menurutnya, pertemuan di gala dinner ini jadi momen shering informasi sesama kepala daerah. Sembari berharap agar kedepannya bisa dilakukan kerjasama antar daerah.
“Sehingga apa yang menjadi ciri khas di Ternate bisa dikembangkan di daerah lainnya. Dan semoga perekonomian di masing-masing daerah bisa berkembang,” pintanya.*
Editor : Hasim Ilyas
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

