Dubes Spanyol Dianggap Tidak Konsisten, Kemenlu RI Diminta Turun Tangan

Namun, hingga saat ini, belum ada progres signifikan dari Kedubes Spanyol untuk ditindaklanjuti. Padahal, bentuk kerjasama ini sudah dimulai pada saat pertemuan Global Network Of Maghelan Cities (GNMC) yang berpusat di Tidore, pada tanggal 17 Juli 2019 lalu.

“Pertemuan strategis di kediaman Duta Besar Spanyol, juga dihadiri salah satu perwakilan perbankan Spanyol, dan anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN),” ujar Kepala Disbudpar Kota Tidore, Daud Muhammad, saat ditemui wartawan media ini di ruang kerjanya, Rabu, (4/2/26).

Daud menekankan, respon Pemerintah Kota Tidore atas kerjasama ini sudah sangat baik, buktinya sampai saat ini, Pemerintah Kota Tidore masih menjaga situs sejarah peninggalan spanyol di Tidore.

“Kami sudah siapkan lahan yang statusnya clear and clean. Situs-situs benteng peninggalan Spanyol pun terus kami jaga dan rawat secara mandiri hingga hari ini sebagai bukti keseriusan kami bekerjasama dengan Spanyol,” tegasnya.

Akibat ketidak seriusan Kedubes Spanyol dalam menjalin kerjasama, dikhawatirkan dapat menghambat potensi investasi dan pengembangan pariwisata yang seharusnya bisa menjadi hubungan bilateral antara Indonesia dan Spanyol melalui narasi sejarah jalur rempah.

Berita Terkait