TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus menggencarkan promosi sektor pariwisata guna meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisatawan. Upaya ini dibarengi dengan penataan serta penguatan destinasi unggulan, khususnya Wisata Maitara, serta sejumlah objek wisata sejarah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tidore Kepulauan, Daud Muhammad, mengatakan promosi dilakukan secara berkelanjutan seiring dengan rehabilitasi fasilitas dan penataan kawasan wisata.
“Wisata Maitara menjadi salah satu fokus utama. Kita lakukan rehab cottage, penataan kawasan, dan penguatan simpul-simpul wisata agar semakin nyaman dan menarik bagi pengunjung,” ujarnya.
Selain Maitara, Pemkot Tidore Kepulauan juga melakukan revitalisasi terhadap objek wisata sejarah seperti Benteng Tahula dan Benteng Tore. Revitalisasi tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Bepanja Negara (APBN) melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya, dan kini hasilnya sudah dapat dinikmati masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci dalam menjaga dan mengembangkan situs-situs cagar budaya sebagai bagian dari wisata sejarah daerah.
Ia menegaskan, keberhasilan promosi wisata juga sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menerapkan nilai-nilai Sapta Pesona, mulai dari kebersihan, keamanan, kenyamanan, hingga sikap ramah terhadap wisatawan.
“Kalau lingkungan wisata bersih, tertata, dan masyarakatnya ramah, wisatawan pasti ingin datang kembali,” tegasnya.
Daud berharap, pengembangan wisata dapat diperluas ke objek-objek lain seperti keraton, museum, jembatan, hingga eks kediaman Gubernur Irian Barat agar semakin memperkaya destinasi wisata sejarah.
“Dengan promosi yang terus digencarkan dan dukungan masyarakat, sektor pariwisata diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Tidore Kepulauan,” pungkasnya. (Ute)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

