TERNATE – Posko penanganan bencana yang dibentuk Pemkot Ternate kembali menyalurkan bantuan kecamatan Batang Dua yang terdampak bencana gempa 7,6 skala richter pada Kamis (2/4/2026) pekan kemarin.
Bantuan tersebut di angkut menggunakan kapal KM. Pandudewanata milik Basarnas pada Minggu (5/4/2026) melalui pelabuhan A. Yani Ternate, bantuan yang didistribusi itu berupa bahan pokok, peralatan bayi dan tenda serta makanan siap saji, minuman mineral yang berasal dari BNPB, Pemkot Ternate, Pemprov, sejumlah perbankan, dan perusahan yang ada di Maluku Utara.
“Sore hari ini, semua logistik diangkut ke kapal milik Basarnas,” kata Sekda yang juga Ketua Tim Tanggap Bencana Rizal Marsaoly usai rapat koordinasi bersama BNPB dan instansi vertikal yang dipusatkan di ruang VIP Bandara Babullah yang dipimpin Wakil Gubernur Malut Sarbin Sehe.
Menurutnya, dalam rapat tersebut Wakil Gubernur Malut menyampaikan agar kabupaten/kota terutama daerah terdampak gempa harus lebih matang, terutama pasca gempa. Dan Wagub juta meminta agar mengutakan mobilisasi bantuan kepada warga yang terkena dampak.
“Distribusi bantuan ini untuk menjaga stok bahan pokok dapat melayani warga, bahkan bantuan tahap satu yang kami bawa (saat tinjau lokasi bencana) telah terdistribusi di semua posko,” ungkpnya.
Dikatakannya, sesuai data jumlah pengungsi secara keseluruhan sebanyak 568 kepala keluarga atau 1.966 jiwa, yang tersebar di Kelurahan Lelewi berjumlah 130 kepala keluarga atau 456 jiwa, Kelurahan Mayau dan Perum Bersatu 217 kepala keluarga atau 772 jiwa, Kelurahan Bido 93 kepala keluarga atau 333 jiwa, dan Kelurahan Tifure 128 kepala keluarga atau 405 jiwa.
Selain itu jumlah rumah, gereja dan sekolah yang terdampak bencana sebanyak 233 unit tersebar di 5 Kelurahan di Kecamatan Pulau Batang Dua.
“Pengungsi masih berada di dataran tinggi dan menempati camp pengungsian, kemudian ada yang sudah kembali ke posko resmi yang dibuat oleh Pemda. Bahkan disitu juga ada dapur yang disediakan mandiri dan warga diberikan stok bantuan untuk masak, dan tendanya difasilitasi oleh Dinas Sosial Malut, BPBD dan Dinsos Ternate,” jelasnya.
Rapat tersebut kata Sekda, untuk menjaga ketersediaan stok di wilayah terdampak tetap tersedia, sehingga kebutuhan warga bisa terjaga.
“Saya berharap yang disampaikan Wagub, Wali Kota, OPD tekhnis bisa berkonsultasi dengan Basarnas Malut untuk mengangkut logistik dan didistribusikan ke Batang Dua,” pintanya.*
Editor : Hasim Ilyas
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

