Dia juga menegaskan, anak-anak merupakan pihak yang paling dirugikan dalam setiap konflik yang terjadi di masyarakat. Tidak hanya itu, konflik juga berdampak pada aktivitas orang tua, seperti tidak bisa bekerja di kebun, yang pada akhirnya memengaruhi kondisi ekonomi keluarga.
“Kalau konflik terus terjadi, yang paling dirugikan adalah adik-adik semua. Pendidikan terganggu, masa depan bisa terhambat. Begitu juga orang tua yang tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kedamaian,” tambahnya.
Bupati Ikram turut mengajak para siswa untuk menjadi agen perdamaian di lingkungan keluarga dengan menyampaikan pesan-pesan positif kepada orang tua agar tidak mudah terprovokasi dan menghindari konflik serupa di masa mendatang.
Usai berdialog dengan siswa, Bupati melanjutkan pertemuan bersama para guru. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peran tenaga pendidik dalam memberikan pemahaman yang menyejukkan kepada siswa serta lingkungan sekitar.
“Ibu dan bapak guru memiliki peran penting dalam membangun pola pikir yang positif. Mari kita bersama-sama memberikan edukasi kepada siswa, rekan kerja, dan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. Kita harus bergandeng tangan untuk menciptakan Halmahera Tengah yang aman, damai, dan harmonis,” tutupnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dalam memulihkan kondisi sosial masyarakat serta memastikan proses pendidikan tetap berjalan dengan baik di tengah situasi pasca konflik. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
