Diprotes Sekolah Jadi Tempat Screening Covid-19

SDN Unggulan 1 Morotaii

DARUBA – Sejumlah Guru Sekolah Dasar (SD) Unggulan 1 Pulau Morotai, meminta agar tempat Rapid test Covid-19 di gedung GOR SD Unggulan 1 segera dipindahkan karena dianggap mengganggu aktifitas sekolah.

SD unggulan 1 Pulau Morotai saat ini memang tidak lagi digunakan sebagai tempat karantina, tapi Satgas Covid masih menggunakan gedung GOR sekolah tersebut sebagai posko screning kesehatan bagi setiap orang yang masuk ke Morotai.

“Kami hanya takut, apalagi kami punya siswa ini kan mereka tidak tahu orang-orang yang datang disini dari daerah mana saja. Walau sudah dilarang, tetapi mereka tetap main ke tempat Repid test itu,” ungkap salah satu guru SD unggulan yang menolak namanya dipublikasikan kepada wartawan.

Ia mengaku, selain guru, ada juga orang tua murid yang merasa tidak nyaman jika sekolah masih digunakan sebagai tempat rapid test, karena takut anak-anaknya tertular Covid-19. “Orang tua murid juga dorang lihat sekolah ini masih digunakan tempat Rapid test Covid-19, makanya dorang macam tara nyaman dengan adanya ini, cuma torang mau buat apa,” katanya.

“Kami tetap pantau mereka, jadi kalau mereka sudah masuk di kelas kemudian jam istirahat itu langsung pulang dan so tara masuk jam kedua lagi, takutnya dong kasana di tempat rapid test, makanya kami (guru-guru, red) selalu pantau kalau tidak, kami yang disalahkan lagi,” tambahnya.

Para guru berharap, sekolah tidak lagi digunakan sebagai tempat rapid test, sehingga mengantisipasi virus corona tersebut dari anak-anak sedang beraktifitas dilingkungan sekolah ini.

“Cari tempat lain sudah, kami takut dengan anak-anak siswa kami sedang beraktifitas, karena kami tidak tahu yang datang bisa bawa virus, kong tersebar disini juga bisa bahaya, anak-anak ini kami tetap pantau, tapi bagimana pun tetap mereka kasana di tempat rapid test,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SD Negeri Unggulan 1 Morotai, Didik Wahyudi, ketika ditemui wartawan mengakui, ada beberapa orang tua murid yang mengeluh karena sekolah masih digunakan sebagai tempat screening Covid-19.

“Saya selaku Kepsek juga sudah mengkomunikasikan tentang keluhan-keluhan orang tua wali murid pada dinas kesehatan, dan kebutulan kemarin dinas kesehatan datang ke sekolah dalam rangka sosialisasi kesehatan di hari kesehatan nasional. Kesempatan itu kami sampaikan tentang beberapa keluhan dari orang tua terkait dengan keberadaan screening yang masih memakai GOR sekolah kami. Disampaikan keberatan itu, kata beliau akan disampaikan ke atasannya,” timpal Didik.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Morotai, F Revi Dara, saat dikonfirmasi mengatakan, sudah menyurat dan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Morotai. Hanya saja, masih menunggu jawaban dari mereka.

“Itu sudah saya menyurat untuk minta agar tidak boleh lagi karena aktifitas sekolah, dan kita masih tunggu jawaban dari mereka, tapi saya sudah menyurat kalau gak salah dua minggu yang lalu,” ucap Revi.

Selain itu, ia juga berkoordinasi ke Kadishub Morotai, untuk pemindahan lokasi screening. “Saya juga sudah sampaikan ke kadis perhubungan, dan Kadis perhubungan bilang kalau memang nantinya itu di pindahkan, kita siapkan dipelabuhan speed boat dan pelabuhan besar (Imam Lastor) Daruba,” pungkasnya. (fay)

Berita Terkait