Dua SD Mortim Simulasi UBKD Di Hutan

Dua SD Mortim Simulasi UBKD di Hutan

DARUBA – Akibat jaringan internet yang tidak memadai, puluhan siswa SD di Kecamatan Morotai Timur terpaksa melintasi hutan sejauh 7 kilo meter untuk mencari tempat jaringan internet yang lebih baik dalam rangka melakukan simulasi ujian berbasis kompetensi daring (UBKD).

Puluhan siswa itu berasal dari SD Unggulan III Sangowo dan SD GMIH Sangowo Induk. Pantauan awak media, waktu simulasi UBKD yang ditetapkan pada pukul 07.00-09.00 WIT, memaksa para siswa dengan didampingi guru kelasnya sudah harus berjalan kaki melintasi perkebunan warga dengan seragam lengkap sejak pukul 06.30 WIT.

Fasilitas yang disediakan di lokasi pun seadanya saja berupa meja, kursi, leptop dan tenda darurat. Bahkan ada beberapa siswa yang melakukan ujian beratapkan pohon. Kepala sekolah SD Negeri Unggulan III Sangowo, Idham Manake, saat ditemui wartawan dilokasi mengatakan ujian ditengah hutan ini terpaksa dilakukan karena jaringan internet yang tidak stabil. Untuk mencari jaringan yang lebih baik, pihak Sekolah harus rela membawa siswa siswinya melakukan simulasi ujian disekitar perkebunan warga yang lebih dekat dengan tower, karena jaringannya dianggap lebih baik untuk proses ujian.

“Memang sudah sejak lama jaringan internet yang di Desa Sangowo ini kurang stabil. Sehingga banyak sekali kendala-kendala ketika kami berurusan terkait hal-hal adminitrasi, semisalnya kirim lewat online seperti itu, agak susah,” ucap Idham.

Katanya, pihak Sekolah pernah membuat usulan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Pulau Morotai melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terkait pengadaan Wifi di tingkat SD. Hanya saja tidak disetujui Dikbud dengan alasan pos anggarannya tidak ada dalam Rencana Kerja Sekolah (RKS).  

“Jadi untuk jaringan wifi itu hanya ditingkat SMP dan SMA saja. Maka dengan masalah ini kami sangat berharap kepada Pemerintah Daerah Pulau Morotai kiranya bisa mengambil langkah, agar dapat memperbaiki jaringan seluler internet di Desa Sangowo. Kami berharap pihak Dinas Pendidikan agar tetap mengambil langka terkait masalah ini,” ujar Idham.

Hal senada juga ucapkan Kepsek SD GMIH Desa Sangowo Induk Helmi Debeturu. “Masalah seperti ini harus secepatnya diatasi oleh Pemda, agar ujian UBKD yang akan datang jangan seperti ini lagi,” harapnya. Sampai berita ini diterbitkan Kadikbud Pulau Morotai, F Revi Dara, belum berhasil dikonfirmasi. (fay)

Berita Terkait