620 Tenaga Kesehatan Akan Divaksin

Aema Larakaba

BOBONG – Kendati Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu belum menerima paket kiriman vaksin sinovac yang menjadi program presiden Joko Widodo, namun Pemkab Pulau Taliabu  telah menargetkan jumlah warga yang akan divaksin.

Tercatat sebanyak 30 ribu jiwa, dan 620 diantaranya adalah tenaga kesehatan yang akan divaksin terlebih dahulu.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas, sekaligus Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Pulau Taliabu, Aema La Rakaba kepada sejumlah wartawan, Kamis (07/01/2020) membenarkan sasaran vaksinasi telah ditargetkan sebanyak 30 jiwa. dan pemberian vaksin sinovac tersebut diutamakan bagi para tenaga kesehatan.

“Tapi untuk sementara yang didahulukan untuk Nakes (Tenaga Kesehatan) ini, 620 orang,” sebut Aema. Kata dia, vaksin sinovac ini bertujuan untuk melemahkan virus yang hendak menyerang tubuh.  “Memang di dalam tubuh kita sudah ada antibodi, tapi kita tidak bisa mengharapkan antibodi yang secara alamiah saja, jadi dengan vaksin ini kita akan dibantu dengan antibodi dari luar,” jelasnya.

Dijelaskan, vaksin sinovac yang akan didatangkan sangat jelas memiliki reaksi, salah satunya dapat mencegah penyerangan virus. Karena itu, setiap benda dari luar yang berhasil memasuki tubuh manusia, dipastikan ada penyesuaian (reaksi). “Jadi efek samping itu ada, kemungkinan panas, tapi paling 2-3 panas biasa,” ujarnya

Menurut Ketua Tim Peneliti Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Kusnandi Rusmil, seperti dikutip dari Kontan.co.id, sejauh ini efek samping yang timbul terbanyak dirasakan para relawan adalah reaksi lokal, berupa nyeri pada tempat suntikan dengan intensitas mayoritas ringan. Kemudian, reaksi sistemik terbanyak yang dirasakan lainnya adalah pegal pada otot dengan mayoritas ringan.

Untuk target sasaran vaksinasi, koordinasi lintas sektor utamanya Dinas Kesehatan bersama OPD lain dan Pimpinan Daerah yakni Bupati, di samping melakukan sosialisasi Via Zoom (Online), dari Pusat dan Provinsi ke Kabupaten.

Program ini akan disosialisasikan ke masyarakat, melalui pihak terkait. Khususnya di Maluku Utara saat ini, baru tiga daerah yang telah dipersiapkan  distribusinya, diantaranya Sula, Halmahera Selatan dan Morotai. “Taliabu belum didistribusi, jadi kami kan juga masih tunggu instruksi dari sana (provinsi),” ucapnya. (bro)

Berita Terkait