TERNATE – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Maluku Utara (Malut), dr.Idhar Sidi Umar dipanggil penyidik Kejati Malut, Senin (4/20/2021). Idhar diminta keterangan sekitar 5 jam lebih dan dicecar berbagai pertanyaan dari penyidik seputaran penggunaan anggaran Covid-19.
“Dimintai klarifikasi dari jam 11.00 WIT, setelah itu istirahat pada pukul 12.00 WIT sampai 14.00 WIT baru dilanjutkan dan selesai pada 17.51 WIT,” ungkap Idhar kepada sejumlah wartawan usai menjalani permintaan keterangan di kantor Kejati Malut, sembari bergegas meninggalkan wartawan.
Dirinya mengaku dicecar berbagai pertanyaan oleh tim penyidik Kejati Malut terkait dengan anggaran media center, mulai dari penyebaran informasi leaflet, spanduk dan sebagainya yang dianggaran kurang lebih Rp1,2 miliar.
Sebelumnya, Gamalama Corruption Watch (GCW) Provinsi Maluku Utara meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan aliran dana covid -19 Tahun 2020 di Dinas Kesehatan Provinsi Malut.
Setelah ditemukan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Malut Tahun 2020 banyak tidak beres penggunaannya. Sebab, salah satu aliran dana seperti anggaran penanganan media di tengah pandemi Covid-19 senilai 1.389.485.000 diduga bermasalah.
Selain anggaran media, juga terdapat anggaran sosialisasi dan pemantauan ibu hamil, bayi, balita, remaja dan lansia dalam upaya penanganan Covid-19 di Ternate selisih Rp 504.536.329. Padahal, diketahui pandemi covid-19 Tahun 2020 kemarin hingga saat ini tidak diperbolehkan melakukan kegiatan sosialisasi secara tatap muka.
Padahal, dana refocusing senilai Rp.23.381.419.000 yang kemudian direalisasi senilai Rp 16.070.537.001, belum jelas peruntukan. Bahkan, dianggap tidak tepat sasaran sesuai tupoksi OPD serta anggaran pemantauan dan evaluasi tenaga kontrak penanganan pandemi Covid-19 di tempat karantina sebesar Rp 417.412.000.
Rentetan dugaan penyimpangan anggaran covid-19 ini sehingga GCW Malut mendesak aparat penegak hukum dalam hal ini Kejati Malut segara memanggil Kadis kesehatan dr Idhar Sidi Umar. (dex)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

